Relawan IT BPN Temukan Salah Input Situng KPU Bertambah Jadi 12.550

Tim Relawan teknologi informasi Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi kembali menemukan ribuan kesalahan dalam memasukkan data di aplikasi sistem informasi penghitungan atau situng KPU. Ini adalah hari keempat mereka menyisir data tersebut.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 30 April 2019  |  19:56 WIB
Relawan IT BPN Temukan Salah Input Situng KPU Bertambah Jadi 12.550
Koordinator Relawan IT Mustofa Nahrawardaya/JIBI - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA — Tim Relawan teknologi informasi Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi kembali menemukan ribuan kesalahan dalam memasukkan data di aplikasi sistem informasi penghitungan atau situng KPU. Ini adalah hari keempat mereka menyisir data tersebut.

Koordinator Relawan Teknologi Informasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Mustofa Nahrawardaya mengatakan bahwa angka hasil penelusuran meningkat 30 persen. Sebelumnya mereka dapat sebanyak 9.440 kesalahan.

“Kami sangat terkejut karena menemukan 12.550 kesalahan entri data. Jumlah itu kami peroleh dari audit terhadap 190.568 TPS [tempat pemungutan suara]. Jadi kesalahannya sekitar 7 persen,” katanya melalui pesan instan, Selasa (30/4/2019).

Kenaikan ini jelas Mustofa sangat signifikan. Setiap hari rata-rata terjadi 1.000 kesalahan berdasarkan temuan relawan.

Kesalahan data ini meliputi selisih suara, jumlah suara melebihi daftar pemilih tetap (DPT), dan jumlah suara sah tidak cocok dengan total suara.

Kesalahan tertinggi didominasi Jawa Barat sebanyak 788 TPS. Selanjutnya diikuti Sumatera Utara sebanyak 740 TPS, Jawa Tengah 736, Jawa Timur 409, DKI Jakarta 361, Sulawesi Selatan 252, dan Yogyakarta 154 TPS.

Tentu jumlah kesalahan yang begitu besar ini membuat Mustafa bertanya atas kredibilitas dari penghitungan KPU di situs.

“Kalau salah kok jumlahnya sangat besar. Apakah tidak ada sistem maupun quality control sehingga hal itu bisa terjadi,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kpu, Pemilu 2019, Pilpres 2019

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top