LIPI: PAN dan Demokrat Berpeluang Gabung ke Kubu Jokowi

PAN dan Partai Demokrat adalah dua partai pendukung Prabowo-Sandi yang berpotensi mendukung Jokowi.
Newswire | 29 April 2019 16:00 WIB
Pekerja memasukkan data ke Sistem Informasi Penghitungan (Situng) DKI Jakarta di Hotel Merlyn Park, Jakarta, Minggu (21/4/2019). Hasil penghitungan suara Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 yang dimuat dalam Situng milik KPU masih terus bergerak dan ditampilkan dalam portal pemilu2019.kpu.go.id ANTARA FOTO - Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA-- Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai PAN dan Demokrat yang mendukung pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019 berpeluang untuk bergabung dengan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin.

"PAN dan Partai Demokrat adalah dua partai pendukung Prabowo-Sandi yang berpotensi mendukung Jokowi," ujar peneliti LIPI Aisah Putri Budiarti dalam diskusi No People No Power: Silaturahim Politik Pasca-Pemilu  di Jakarta, Senin (29/4/2019).

Namun, lanjut dia, dari dua partai itu yang paling kuat untuk bergabung ke pemerintahan Jokowi adalah PAN. "Demokrat walaupun berpeluang, namun lebih sulit dari PAN karena punya sejarah yang tidak mendukung," ucapnya.

PAN sendiri telah memberi isyarat bahwa konflik politik akibat pilpres telah usai pasca-pencoblosan 17 April. Manuver Partai Amanat Nasional  yang paling menonjol adalah bertemunya Ketum PAN Zulkifli Hasan dengan Presiden Jokowi di Istana, beberapa hari lalu.

Aisah menilai, Zulkifli sendiri sangat paham konsekuensi dari pertemuan tersebut, tetapi justru Zulkifli seolah nampak ingin melihat respon dari kedua kubu.

"Zulkifli sangat sadar konsekuensi pertemuan itu. Pertama 'testing the water' kubu Prabowo-Sandiaga. Kedua 'testing the water' dari kubu pendukung Jokowi sendiri," tuturnya.

Dia menambahkan, bila PAN dan Partai Demokrat bisa bergabung dengan pemerintahan Jokowi, maka akan sangat menguntungkan bagi kedua parpol tersebut, karena kontrak politik hanya akan berlaku selama lima tahun ke depan.

"Zulkifli sadar bahwa jika bergabung dengan koalisi pemerintahan akan sangat menguntungkan, karena koalisi akan mengikat selama lima tahun. Tahun 2024 peta politik akan berubah total jika Jokowi menang di 2019 karena tidak mungkin kembali maju pada 2024," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, prabowo subianto, Pemilu 2019, Pilpres 2019

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top