Jusuf Kalla Rasakan Beda Salat Jumat di Masjid Kuno Dongzhimen Beijing

Wajah Kota Beijing bisa diibaratkan seperti dua koin. Ibu Kota China tersebut memang memiliki dua wajah yang berbeda.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 27 April 2019  |  15:22 WIB
Jusuf Kalla Rasakan Beda Salat Jumat di Masjid Kuno Dongzhimen Beijing
Wakil Presiden Jusuf Kalla Salat Jumat di Masjid Kuno Dongzhimen Beijing, Jumat (26/4/2019). - Dok. Setwapres

Bisnis.com, BEIJING - Wajah Kota Beijing bisa diibaratkan seperti dua koin. Ibu Kota China tersebut memang memiliki dua wajah yang berbeda.

Di satu sisi, modernisme mengubah total penampakan Beijing dengan membaiknya infrastruktur dan meningkatnya gedung pencakar langit yang menjulang. Hal ini membuat Beijing setara dengan Singapura, Seoul, bahkan Tokyo.

Meski demikian, negara berpenduduk terbesar di dunia tersebut tidak meninggalkan peninggalan sejarah peradaban kuno China. Bangunan tradisional, seperti stasiun, istana di Kota Terlarang , hingga kuil tetap kokoh berdiri.

Salah satu bangunan kuno yang masih terawat adalah Masjid Dongzhimen. Bangunan tersebut dibangun saat Dinasti Yuan yang diperkirakan memimpin pada 1271-1368 silam. Saat itu, bangunan tersebut digunakan sebagai kuil.

Beberapa abad berlalu, Dinasti Qing yang berkuasa pada 1644-1911 lantas merenovasi bangunan Dongzhimen. Bukan itu saja, Dinasti Qing juga mengalihkan fungsinya menjadi masjid hingga saat ini.

Keunikan detail Masjid Dongzhimen tak pelak menarik minat banyak kaum muslimin dari seluruh dunia. Tak heran, bangunan tersebut kini menjadi salah satu destinasi wisata di Beijing.

 Wakil Presiden RI Jusuf Kalla berkesempatan mendatangi Masjid Dongzhimen di sela-sela padatnya agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Belt and Road Kedua.

JK yang juga berstatus sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) menunaikan salat Jumat di masjid Dongzhimen kemarin. JK dan rombongan sampai di masjid sekitar pukul 12.00 waktu setempat. Dia disambut hangat oleh Imam, Khotib, serta jamaah yang hendak menunaikan salat Jumat berjamaah.

Mendapat sambutan yang hangat, JK lantas duduk bersila di atas lantai masjid yang telah dilapisi karpet warna hijau. JK terlihat nyaman saat duduk di antara komunitas muslim di Kota Beijing.

Jusuf Kalla pun mengungkapkan pengalaman unik saat beribadah di Dongzhimen. Pasalnya, masjid ini memiliki cara lain dalam prosesi jelang salat Jumat dibandingkan di Indonesia.

"Kesannya sangat baik, meskipun cara kita [beribadah] agak berbeda. Dia kotbahnya semua dengan bahasa Arab tetapi didahului dengan ceramah bahasa China. Kelihatan satu bagian ceramah dulu baru kotbah yang formal," jelasnya.

Selain itu, JK juga mengungkapkan ada perbedaan lain saat menjalankan salat sunnah sebelum Jumatan.

“Yang panjang di sini itu salat sunahnya. Panjang sekali kalau kita [Indonesia] dua rakaat dia [China] mungkin delapan rakaat, tetapi sangat baik juga," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, imam sekaligus khotib masjid, Abdullah terlihat sangat bersemangat menyambut JK. Dia pun merasa senang karena orang nomor dua di Indonesia itu mau melaksanakan ibadah salat Jumat di Dongzhimen.

Melihat sambutan yang begitu hangat dari Abdullah, JK mengucapkan terima kasih lantaran rombongannya telah diterima sangat baik di masjid yang terlihat sangat klasik itu. Dia senang bisa bersilaturahmi bersama masyarakat muslim asal negeri Tirai Bambu.

"Terima kasih kami bisa melaksanakan salat Jumat di sini," ujar JK, di Masjid Dongzhimen.

JK tidak hanya senang melihat keramahan pengurus masjid dan masyarkaat muslim yang menyambutnya, namun juga kagum dengan detail ornamen yang ada pada tiap sudut bangunan alih fungsi itu.

Masjid Dongzhimen memang memiliki detail yang sangat bergaya klasik kuno, ukiran, perpaduan warna serta detail tiap sudut pintu dan pilarnya pun tampak sangat bergaya oriental.

Bukan itu saja, bangunan tersebut memiliki sejumlah ruangan yang berbeda kegunaannya. Bangunan utama pada masjid ini difungsikan sebagai aula salat, serta ada pula ruangan yang dinamakan Rumah Erdian, Rumah Baoxia, Aula Kiln, serta beberapa ruangan lainnya.

Aula untuk beribadah, Rumah Baoxia dan aula Kiln berada di area sisi Barat, depan dan belakang bangunan. Sedangkan dua Rumah Erdian berada di sisi Selatan dan Utara. Ada pula ruangan imam, serta kantor untuk pengurus masjid terletak di bagian Utara aula ibadah.

"Saya tidak tahu sejarahnya, tetapi saya sangat senang beribadah di sini karena ada unsur keunikan desain dari masa lalu," ungkapnya. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, jusuf kalla, islam

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top