TKN : Jika Tak Punya Bukti Kuat, Jangan Asal Cuap Ada Kecurangan Pemilu

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin meminta seluruh pihak untuk tidak asal menyebut ada kecurangan pemilu tanpa data dan bukti kuat.
Newswire | 26 April 2019 19:55 WIB
Pekerja memasukkan data hasil foto Formulir C1 pada "War Room Real Count" Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Jokowi - KH Ma'ruf Amin di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu (21/4/2019). War Room tersebut merupakan pusat penghitungan suara riil Pemilu serentak 2019 yang dilakukan TKN berdasarkan hasil foto Formulir C1 yang dikirimkan oleh relawan dari 813.350 TPS di Indonesia. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Semua pihak diminta bisa menyampaikan data dan bukti yang valid jika menuding telah terjadi kecurangan pemilu. 

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin meminta seluruh pihak untuk tidak asal menyebut ada kecurangan pemilu tanpa data dan bukti kuat.

“Jangan asal 'cuap-cuap' di media. Semua kecurangan diberikan saluran pengaduan berjenjang, ke Bawaslu lalu di MK, tapi lengkapi dengan bukti-bukti yang kuat," kata Juru Bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, di Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Ace mengatakan, pihak yang terus menggembar-gemborkan ada kecurangan tanpa disertai bukti dan langkah pengaduan melalui mekanisme yang sah, adalah pihak yang berupaya mendelegitimasi pemilu.

TKN sejauh ini telah memperkenalkan semacam war room pemantauan penghitungan suara pemilu, sebagai pembanding data KPU dan hitung cepat lembaga survei.

Dari hasil olah data ini, kata Ace, TKN bisa menarik kesimpulan bahwa Pemilu 2019 telah berjalan tanpa kecurangan yang masif.

Direktur Komunikasi Politik TKN, Usman Kansong, menyatakan, TKN berkomitmen secara rutin memperbaharui data penghitungan suara dari war room TKN dan mempublikasikan kepada publik.

Ia mendorong Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi melakukan hal serupa secara transparan.

“Makanya kami mendorong BPN membuka pusat tabulasi mereka kalau memang sudah ada. Karena kabar terakhirnya mereka baru meminta Salinan C1. Jangan-jangan baru mau dibentuk," ujar Kansong.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pemilu 2019, Pilpres 2019

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup