Narasi Politik Jaga Suara 02 : Prabowo Klaim Menang, Sandiaga Sebaliknya

Soal sikap yang berbeda antara Prabowo dengan Sandi, Effendi melihat ini adalah strategi politik yang sedang diluncurkan.
Jaffry Prabu Prakoso | 26 April 2019 13:18 WIB
Pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Debat kelima tersebut mengangkat tema Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi serta Perdagangan dan Industri. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Seminggu sebelum pemungutan suara publik dibuat heboh dengan adanya surat yang tercoblos di Malaysia. Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara pemilu jadi target klarifikasi.

Nyatanya, memang benar ada indikasi kecurangan. Oleh karena itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menginvestigasi memerintahkan untuk melakukan pemungutan ulang di Negeri Jiran, khusus untuk metode pos.

Cara pemberian hak politik di luar negeri memiliki tiga cara, yaitu tempat pemungutan suara (TPS), kotak suara keliling, dan pos. Hanya metode pos yang ditemukan telah tercoblos.

Pada hari pemungutan juga muncul berbagai problem di berbagai daerah. Ada pula yang ditemukan tercoblos sampai logistik belum tiba. Meski begitu, kendala tersebut bisa diatasi dengan rekomendasi pemungutan ulang, lanjutan, susulan, dan penghitungan ulang.

Di saat yang sama muncul hasil penghitungan cepat dari beberapa lembaga survei. Semua perusahaan yang terdaftar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) merilis kemenangan untuk Jokowi-Amin. Perbedaan persentasi dengan pasangan Prabowo-Sandi sekitar 9 persen.

Akan tetapi peserta pilpres nomor urut 02 ini tidak percaya begitu saja. Berdasarkan hasil penghitungan internal, Prabowo mengklaim unggul. Pada malam hari dia sujud syukur bersama petinggi partai koalisi tanpa ditemani Sandi.

Karena merasa unggul, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi meminta semua pendukung dan relawan untuk menjaga hasil rekapitulasi di setiap TPS yang terangkum dalam formulir C1. Ini untuk mengantisipasi adanya kecurangan.

Buktinya selain hasil survei yang bagi mereka sudah tidak dipercaya, beberapa hasil rekap C1 di KPU yang terpublikasi melalui situs ditemukan kesalahan. Ada yang salah input, ada pula suara berkurang dan pindah ke satu calon.

Di sini para relawan dari berbagai kelompok Prabowo-Sandi bergerak. Di hadapan Ruang Sandi, Sandi menyemangati mereka karena telah mengawal tanpa henti dan tak kenal istirahat. Dia berpesan untuk menjaga kesehatan.

Sandi mengatakan bahwa belum mengakui pemilu kali ini telah berjalan dengan jujur dan adil. Alasannya, kegiatan masih berlangsung. Kesimpulan bisa didapat kalau proses telah berakhir.

Ditambah lagi, bukan dia yang bisa menyimpulkan pelaksanaan proses demokrasi berjalan sebagaimana mestinya. Bagi Sandi, masyarakat yang pantas menyampaikannya.

Sandi menjelaskan bahwa timnya yang bernama Koalisi Indonesia Adil dan Makmur juga mengawal pemilu dan memastikan agar proses penghitungan suara berjalan jujur dan adil. Masyarakat juga diminta turut serta dalam memantau ini.

“Apakah proses ini sudah adil? Apakah aspek-aspek hukum terhadap abuse of power, aspek-apsek terhadap netralitas daripada aparat juga, apakah penggunaan sumber daya sudah adil, silakan dilaporkan,” katanya di Tangerang Selatan, Kamis (25/4/2019).

Selama seminggu terakhir cawapres nomor urut 02 ini mendapat laporan ada proses-proses yang tidak lazim. Tentu Sandi tidak akan menelan mentah-mentah informasi tersebut dan akan berpikiran baik.

Selama memantau C1 tak pernah sekalipun Sandi mengklaim kemenangan. Dia lebih baik menunggu hasil resmi dari KPU. Ini berbeda dengan Prabowo yang kekeh menang. Itu selalu disampaikannya saat bertemu relawan dan di hadapan publik.

Saat menghadiri acara syukuran dan konsolidasi relawan di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Rabu (24/4/2019) contohnya. Prabowo mengapresiasi langkah masyarakat dan para relawan yang penuh semangat mengawal proses penghitungan suara pemilu 2019.

Prabowo menjelaskan bahwa mereka melakukan ini untuk menghindari potensi kecurangan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu. Relawan ini adalah penggerak perubahan dan pengawal demokrasi. Terima kasih sebesar-besarnya tidak pula dia ucapkan.

Di hadapan para relawan, Prabowo meminta tetap waspada dan siaga selama proses rekapitulasi suara. Perolehan yang didapat tidak boleh berubah. Dengan begitu, potensi kecurangan dapat diminimalisir. Ini adalah perjuangan bersama.

“Alhamdulillah kita sudah menang. Kita ingin pemilu kita ini bersih dan demokrasi kita tidak dinodai oleh kepentingan yang ingin menghancurkan bangsa kita,” jelasnya.

Ahli Komunikasi Politik Effendi Gazali menuturkan bahwa semua peserta pemilu yang melihat hasil penghitungan suara versi hitung cepat atau sementara pasti memiliki respon yang sama. Mereka cenderung menerima jika menang dan menolak apabila kalah.

Soal sikap yang berbeda antara Prabowo dengan Sandi, Effendi melihat ini adalah strategi politik yang sedang diluncurkan. Prabowo mengklaim secara terang-terangan untuk memenuhi keingingan kelompok yang menyukai pemimpin tegas.

Sementara Sandi ditugaskan untuk menggunakan narasi lebih santai dan tanpa menjurus ke satu maksud diarahkan kepada anak muda menyukai bahasa lebih halus. “Tujuannya menjangkau semua segmen pemilihnya,” ucapnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prabowo subianto, Pilpres 2019

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup