Lawan Klaim Kemenangan Kubu 02, TKN Siapkan War Room, Ini Senjatanya

TKN Jokowi-Ma'ruf menyatakan tak akan tinggal diam dengan klaim kemenangan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 24 April 2019  |  00:05 WIB
Lawan Klaim Kemenangan Kubu 02, TKN Siapkan War Room, Ini Senjatanya
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Lukman Edy. - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA — TKN Jokowi-Ma'ruf menyatakan tak akan tinggal diam menghadapi klaim kemenangan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga. TKN akan menyuguhkan data yang lebih valid pada masyarakat.

"Mereka ini kan framing, kita akan lawan dengan framing kebenaran. Begitu saja," ungkap Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf. Lukman Edy di Posko Cemara TKN Jokowi-Ma'ruf, Selasa (23/4/2019).

Menurut Lukman, hingga kini yang membedakan pihak TKN dari klaim kemenangan BPN, yaitu data yang terbuka. Sebab, hingga kini BPN belum berani membuka data selebar-lebarnya.

"Setiap hari kita akan buka setiap ada provinsi yang kami sudah anggap stabil [pengumpulan data suara] di angka 40 persen, kami akan rilis dan akan kami bandingkan dengan data dari BPN. Sehingga biar kebohongan itu dibuka masyarakat sendiri," jelas Lukman Edy.

TKN mengaku percaya diri apabila diminta perang 'adu data' dengan pihak BPN. Sebab, TKN bukan hanya mengambil data C1 dan data pesan singkat dari para saksi internal. Parpol pendukung seperti PDIP, Golkar, PKB, dan NasDem pun ikut melakukan perhitungan suara.

Bahkan, para parpol Koalisi Indonesia Kerja ini telah berbagi peran mengumpulkan hard copy dokumen C1 di seluruh Indonesia. TKN pun membuat war room di Gran Melia Hotel dengan 104 komputer yang terus bekerja menampung hasil pindaian dokumen C1 di seluruh Indonesia.

"Ada PDIP yang melakukan rekapitulasi bukan hanya Pileg tapi Pilpres, untuk perbandingan, ada juga PKB dan NasDem. Paling tidak kita di-support oleh ketiga partai itu. Nah, Golkar untuk beberapa daerah 9 provinsi, terutama di daerah Indonesia Timur," ungkap Lukman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penghitungan suara, Pilpres 2019

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top