Toyota Dirikan Lembaga Penelitian Mobil Hijau di Beijing

Pabrikan otomotif asal Jepang, Toyota Motor, akan mendirikan lembaga penelitian di Beijing, China, untuk mempelajari teknologi mobil bertenaga hidrogen dan “teknologi hijau” lainnya.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 22 April 2019  |  01:26 WIB
Toyota Dirikan Lembaga Penelitian Mobil Hijau di Beijing
Logo Toyota - Reuters/Chaiwat Subprasom

Bisnis.com, JAKARTA – Pabrikan otomotif asal Jepang, Toyota Motor, akan mendirikan lembaga penelitian di Beijing, China, untuk mempelajari teknologi mobil bertenaga hidrogen dan “teknologi hijau” lainnya.

Presiden dan Kepala Eksekutif Toyota Akio Toyoda menyampaikan hal tersebut dalam pidatonya di Universitas Tsinghua, Minggu (21/04/2019). Kampus tersebut merupakan mitra Toyota dalam pengembangan teknologi hijau untuk mengurangi masalah lingkungan di China.

Salah seorang sumber Reuters menjelaskan pengembangan tersebut sebagai bagian dari upaya Toyota untuk memperluas bisnisnya China dengan meningkatkan kapasitas produksi dan saluran distribusi.

Melalui lembaga penelitian bersama, Toyota akan berbagi lebih banyak teknologi dengan Negeri Tirai Bambu. Korporasi pun bermaksud untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas di China melalui pengembangan teknologinya.

"Lembaga ini akan bekerja sama dalam penelitian tidak hanya terkait dengan mobil untuk konsumen Cina, tetapi juga dalam penelitian yang terkait dengan pemanfaatan aktif energi hidrogen yang dapat membantu memecahkan masalah energi China," ujar pihak Toyota pada Minggu (21/04/2019).

Langkah tersebut sesuai dengan pengumuman Toyota pada bulan ini bahwa mereka akan menawarkan pembuat mobil dan pemasok di seluruh dunia akses gratis ke hampir 24.000 paten untuk teknologi kendaraan listrik.

Executive Vice President Toyota Shigeki Terashi, mengatakan pada awal bulan ini bahwa Toyota bermaksud untuk menjadi pemasok kendaraan sistem hybrid tingkat 2. Perusahaan itu, menurut dia, telah menerima permintaan dari lebih dari 50 perusahaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
otomotif, toyota

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top