Bupati Mandailing Natal Mengundurkan Diri, Ini Respons Mendagri

Surat pengunduran diri Bupati Mandailing Natal yang tersebar dan ramai diperbincangkan di media sosial direspons Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.
Miftahul Ulum | 21 April 2019 20:22 WIB
Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution.

Bisnis.com, JAKARTA – Surat pengunduran diri Bupati Mandailing Natal (Madina) yang tersebar dan ramai diperbincangkan di media sosial direspons Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Tjahjo mengonfirmasi bahwa surat pengunduran diri Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution itu tertanggal 18 April 2019 dan bernomor 019.6/1214/TUMPIM/2019 benar adanya.

"Benar yang bersangkutan membuat surat tersebut," katanya, Minggu (21/4/2019).

Namun demikian, kata Tjahjo, secara prosedural alamat surat ini tidak tepat. Harusnya ditujukan kepada DPRD untuk selanjutnya diteruskan kepada Mendagri melalui Gub Sumut.


"Tapi alasan mundur ini sangat tidak lazim, sehingga akan mencederai amanat masyarakat yang telah memilih yang bersangkutan secara langsung," kata Mendagri.

Kemendagri sedianya mempelajari kasus ini dan memanggil yang bersangkutan bersama Pemprov Sumut. "Karena alasan mundurnya tidak lazim
. Kami akan terus komunikasikan dengan Pemprov untuk fasilitasi," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, surat pengunduran diri Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution itu tertanggal 18 April 2019 dan bernomor 019.6/1214/TUMPIM/2019. Surat tersebut ditujukan kepada Presiden RI d.p Menteri Dalam Negeri.

Dalam surat itu, Bupati Madina H Dahlan Hasan Nasution menuturkan, bahwa pelaksanaan Pemilu di Madina Sumut berjalan lancar, aman dan terkendali. Namun, hasilnya sangat mengecewakan dan tidak seperti yang diharapkan.

Dalam alinea lainnya, Dahlan menuturkan bahwa dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, pembangunan di Madina cukup signifikan seperti pembangunan Pelabuhan Palimbungan, rumah sakit, lanjutan pembangunan jalan Pantai Barat, dan rencana pembangunan Bandar Udara Bukit Malintang.

Namun, katanya, meski pencerahan sudah cukup diberikan bersama putra daerah dan kalangan ulama baik yang berdomisili di Medan dan Jakarta, tetapi belum berhasil mengubah pola pikir masyarakat dalam mendukung berbagai pembangunan.

Untuk itu, dengan segala kerendahan hati, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada bapak Presiden. Dan sebagai ungkapan rasa tanggung jawab atas ketidaknyamanan ini dengan segala kerendahan hati izinkan kami menyampaikan permohonan untuk berhenti sebagai Bupati Madina.

Pada akhir surat yang langsung ditandatanganinya juga menegaskan bahwa Dahlan siap untuk mendukung segala pembangunan meski dia sudah tidak menjabat lagi.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, kemendagri, Pilpres 2019

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup