Mesin Ais Kominfo Deteksi Lebih Dari 50 Hoaks Terkait Pemilu Dalam 3 Hari

Hoaks tersebut mengatakan calon Wakil Presiden dari pasangan nomor urut 02, Sandiaga Uno, diusir oleh Prabowo karena tidak setuju dengan rencana deklarasi.
Rahmad Fauzan | 21 April 2019 12:35 WIB
Mural karya seniman bertema ajakan memilih di Pemilu serentak 2019, di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (16/4/2019). - ANTARA/FB Anggoro

Bisnis.com, JAKARTA – Mesin pengais milik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), atau yang dikenal dengan Ais, berhasil mendeteksi lebih dari 50 hoaks yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilihan Umum 2019.

Hoaks yang secara keseluruhan berjumlah 64 tersebut, adalah hasil deteksi mesin Ais yang dilakukan dalam kurun 3 hari, yakni 18 April – 20 April 2019.

Direktur Jenderal Aplikasi Informasika, Semuel Abrijani Pengerapan, mengatakan setiap konten yang berbau kampanye, akan dilaporkan ke Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) untuk mendapatkan validasi, apakah melanggar aturan atau tidak.

“Kalau melanggar, sebagai sanksi administratif, kami akan meminta platform melakukan take down. Jika pelanggaran diulangi, kami akan meminta agar akun tersebut di-suspend,” ujar Semuel kepada Bisnis baru-baru ini.

Hoaks terkait Pemilu 2019 yang berhasil dikais tersebut, di antaranya adalah data di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) yang mengatakan bahwa formulir C1 yang didokumentasikan dikirim ke pusat data Mabes TNI oleh para Babinsa-Koramil, di mana pasangan 02 disebut-sebut memperoleh suara hingga 60%. Hoaks tersebut terdeteksi pada 18 April 2019.

Dalam klarifikasinya, Kemenkominfo memastikan informasi tersebut tidak benar serta mempunyai maksud untuk menipu. Adapun, klaim yang digunakan dalam hoaks itu tidak memiliki validasi karena tidak menyertakan kejelasan sumber, seperti misalnya tautan.

Di hari kedua, yakni 19 April 2019, muncul postingan di akun media sosial milik Neno Warisman yang bertuliskan bahwa calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, adalah Rasul Allah S.W.T. Adapun, postingan tersebut sudah dibagikan sebanyak 246 kali.

Dalam laporan Kemenkominfo, Neno Warisman disebutkan langsung memberikan video klarifikasi terkait dengan hal tersebut melalui akun Facebook pendukung Prabowo-Sandiaga Uno, yakni Rekat Indonesia.

Di dalam klarifikasinya, Neno menjelaskan bahwa akun yang memposting adalah akun palsu. Neno Warisman mengatakan dirinya tidak pernah bermain media sosial.

Setelah ditelusuri, akun tersebut terakhir aktif pada 29 Agustus 2019, di mana akun tersebut mengunggah foto Wakil Ketua Partai Gerindra, Fadli Zon, yang disanding dengan tiga wanita yang sedang berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.

Di hari ketiga, atau 20 April 2019, Kemenkominfo menemukan hoaks yang tidak kalah “menarik”. Hoaks tersebut mengatakan calon Wakil Presiden dari pasangan nomor urut 02, Sandiaga Uno, diusir oleh Prabowo karena tidak setuju dengan rencana deklarasi.

Terkait dengan hal tersebut, Tim Sandiaga, Yuga Aden Penuturan, mengatakan ketidakhadiran Sandiaga adalah lantaran kondisi kesehatan, di mana yang bersangkutan sedang dalam keadaan sakit.

Dalam penuturannya, Yuga menjelaskan Sandiaga sudah mengalami penurunan kondisi kesehatan ketika mengisi kegiatan di Media Center Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan. Sampai dengan saat ini, Sandiaga Uno dikabarkan masih dalam kondisi sakit.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pilpres 2019, hoax

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup