Ratusan Orang Dukung Petisi Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Bos JD.com

Ratusan orang mendukung penyelidikan atas dugaan pemerkosaan oleh CEO JD.com Richard Liu terhadap seorang mahasiswi China di AS.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 20 April 2019  |  15:58 WIB
Ratusan Orang Dukung Petisi Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Bos JD.com
Pendiri dan CEO JD.com Richard Liu dalam sebuah wawancara khusus dengan Reuters di Hong Kong, China, Jumat (9/6/2017). - Reuters/Bobby Yip

Bisnis.com, JAKARTA -- Ratusan orang telah menandatangani petisi yang mendukung dilakukannya penyelidikan atas dugaan pemerkosaan oleh CEO JD.com Richard Liu.
 
Dilansir dari Reuters, Sabtu (20/4/2019), Liu sempat dituduh memerkosa seorang mahasiswi pada tahun lalu. Namun, dia kemudian dibebaskan dan kelanjutan kasus ini pun menggantung.
 
Liu Jingyao, mahasiswi tersebut, mengajukan gugatan terhadap Richard ke pengadilan di Minneapolis, AS pada Kamis (18/4). Gugatan ini disampaikan hampir 4 bulan setelah jaksa menolak melanjutkan proses hukum terhadap Richard.
 
"Untuk Liu Jingyao: kamu tidak sendiri. Kami percaya pada penyintas, kami percaya keberanian dan kejujuranmu, kami akan selalu berdiri bersamamu. Kita harus berpegangan tangan dan berjalan bersama menghadapi tantangan dalam budaya menyalahkan korban perkosaan," papar petisi tersebut.
 
Bahkan, dokumen gugatan yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa China juga beredar secara online
 
Belum diketahui siapa yang meluncurkan petisi ini untuk pertama kalinya. Tetapi, petisi ini juga didukung oleh para pelajar China di universitas-universitas asing dan dalam negeri.
 
Hingga Sabtu (20/4), lebih dari 500 pendukung sudah menandatangani petisi yang diberi tagar #HereForJingyao.
 
Richard pertama kali dituduh memerkosa pada Agustus 2018, setelah dia berkunjung ke University of Minnesota untuk menghadiri sebuah program bagi para eksekutif dari Negeri Panda. Dia ditahan pada 31 Agustus 2018, tapi dibebaskan tanpa tuduhan apapun sekitar 17 jam kemudian. 
 
Richard membangun JD.com dari yang awalnya hanya kios elektronik kecil menjadi sebuah perusahaan e-commerce besar, dengan ekspansi ke banyak negara, termasuk Indonesia. Pada 2018, pria berusia 46 tahun itu membawa perusahaannya meraup pendapatan bersih sebesar US$67 miliar, sekitar Rp939,07 triliun (kurs tengah Bank Indonesia Rp14.016 per dolar AS).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
e-commerce, perkosaan

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup