Terinspirasi Gus Mus, Sekjen PDIP Lebih Memilih Tak Rayakan Kemenangan Berlebihan

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengaku terinspirasi oleh pesan dari kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) KH Ahmad Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus agar tak berlebihan menghadapi hasil Pemilu Serentak 2019.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 19 April 2019  |  19:56 WIB
Terinspirasi Gus Mus, Sekjen PDIP Lebih Memilih Tak Rayakan Kemenangan Berlebihan
Jajaran Pengurus PDI Perjuangan dipimpin oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan sistem informasi perhitungan hasil C1 suara nasional milik Badan Saksi Pemilu Nasional PDIP untuk Pilpres dan Pileg 2019 - Bisnis/Aziz R

Bisnis.com, JAKARTA — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengaku terinspirasi oleh pesan dari kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) KH Ahmad Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus agar tak berlebihan menghadapi hasil Pemilu Serentak 2019.

"Gus mus mengingatkan bahwa pemilu ini merupakan bagian dari dedikasi kita bagi bangsa dan negara, sehingga siapapun yang memenangkan pemilu, tidak perlu merayakan berlebihan dengan berpesta pora. Sedangkan yang kalah pun tidak perlu menangis, karena semua berkomitmen untuk Indonesia," ungkap Hasto ketika ditemui di Kantor DPP PDIP, Jumat (19/4/2019).

Sebab itulah, sembari menunggu informasi resmi terkait dengan hasil Pilpres maupun Pileg 2019 dari KPU, Hasto beserta jajaran pengurus PDI Perjuangan lebih memilih menunjukkan data-data rekapitulasi yang mereka kumpulkan lewat sistem informasi, tanpa menyatakan klaim kemenangan.

"Sistem IT kita berdasarkan data C1 yang akurat. Sebagai sumber primer. Karena itulah kami siap diaudit dan bisa dipertanggungjawabkan bahkan dengan konsekuensi pidana sekalipun. Karena apapun, ini menyangkut suara rakyat, siapapun yang menyampaikan ke publik tidak boleh main klaim, semua harus didukung dengan data," tambah Hasto.

Hingga berita ini ditulis, Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDIP telah mengumpulkan data C1 lebih dari 58.000 TPS. Selain itu, BSPN PDI Perjuangan pun mengumpulkan perhitungan suara hasil formulir C1 untuk Pileg dan membuat sistem perhitungan kursi DPR setiap dapil lengkap dengan nama Caleg pemenang.

"Jujur itu indah, karena itu, hari ini kami menampilkan kejujuran, kami jalankan arahan dari Gus Mus untuk menampilkan segala sesuatunya dengan baik dari sistem yang kami sampaikan," ungkap Hasto.

Seperti diketahui, beberapa lembaga quick count menyebut bahwa Jokowi-Ma'ruf diprediksi menjadi pemenang Pilpres 2019 dengan suara di kisaran 54 persen. PDIP pun diprediksi menjadi pemenang Pileg 2019 dengan persentase suara nasional di kisaran 19 persen.

Sementara itu, Gus Mus memang berpesan pada para pemilih dan elite politik lewat akun sosial media resminya Instagram @s.kakung dan Twitter @gusmusgusmu terkait sarannya agar masyarakat dan elit politik menunggu hasil resmi Pemilu dari KPU, yang berbunyi:

Alhamdulillãh, pemungutan suara --seperti yang sudah-sudah-- bejalan dengan lancar dan meriah. Warga Indonesia berbondong-bondong ke TPS dengan riang gembira, guyub rukun, seperti keluarga yang sedang berpesta. Sebelum dan sesudah nyoblos, berfoto-foto bak suasana hari raya. Bila kemarin-kemarin di antara kita seperti terjadi sengketa dan pertengkaran, kiranya itu sekadar perwujudan atau akibat dari semangat besar untuk mendapatkan pemimpin terbaik untuk Indonesia sesuai 'ijtihad' masing-masing.

Kini tinggal menunggu keputusan Tuhan yang Maha Kuasa dan Maha-menentukan melalui penetapan KPU. Apa pun keputusanNya, sebagai bangsa yang beriman, kita akan menerimanya. Tak ada pihak yang perlu berpesta merayakan kemenangan dan tak ada pihak yang harus menangis karena merasa kalah. Karena kemenangan dari awal sudah kita persembahkan kepada Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pilpres 2019

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup