Parpol Koalisi Prabowo Percaya Hasil Quick Count, Hasto Kristiyanto: Ironis!

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut bahwa ketidakpercayaan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto terhadap hasil quick count merupakan ironi, sebab parpol pendukungnya justru percaya pada hasil quick count.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 19 April 2019  |  17:27 WIB
Parpol Koalisi Prabowo Percaya Hasil Quick Count, Hasto Kristiyanto: Ironis!
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto bersama Ketua Badan Saksi Pemilu Nasional PDIP Arif Wibowo kiri - Bisnis/Aziz R

Bisnis.com, JAKARTA — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut bahwa ketidakpercayaan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto terhadap hasil quick count merupakan ironi, sebab parpol pendukungnya justru percaya pada hasil quick count Pemilu 2019.

"Pak Prabowo di Pilkada DKI Jakarta yang memenangkan Pak Anies dan Pak Sandi juga waktu itu menggunakan quick count sebagai instrumen hitung cepat yang bisa dipertanggungjawabkan keakuratannya dari aspek metodelogi," kata Hasto di kantor DPP PDI Perjuangan, Jumat (19/4/2019).

Saat ini, lanjutnya, partai politik pendukung Prabowo-Sandi megakui quick count untuk parpolnya. "Sehingga sangat ironi ketika quick count Pileg untuk parpol diterima, tapi kemudian untuk quick count pilpres tidak diterima," tambahnya.

Sebelumnya, beberapa parpol Koalisi Adil dan Makmur seperti PAN, PKS, dan Demokrat, mengakui hasil quick count untuk suara partai mereka di Pemilu Legislatif.

Ketiganya tercatat lolos parliamentary threshold di atas 4 persen. Salah satunya, hasil quick count IndoBarometer yang memprediksi suara PKS sebesar 9,94 persen, Demokrat 7,46 persen, dan PAN 6,90 persen.

"Jadi kalau kemudian mengadakan secara sepihak melakukan tiga kali pernyataan menang, dengan data yang selalu berbeda-beda tersebut jadi sangat ironis! Politik itu harus bersikap konsisten," ujar Hasto.

Sebab itulah, bahkan Hasto menyebut PDIP membuka pintu koalisi apabila parpol-parpol tersebut berminat masuk ke Koalisi Indonesia Kerja dengan izin dari capres Joko Widodo dan cawapres KH Ma'ruf Amin.

"Ya, kita kira seperti itu, karena skala prioritas kita adalah mengedepankan langkah-langkah rekonsiliasi dengan semangat persaudaraan, karena PDIP adalah partai yang bisa bekerja sama dnegan seluruh elemen kekuatan bangsa, untuk Indonesia maju kita bersama," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pilpres 2019

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top