Dubes RI Paparkan Demokrasi Indonesia Kepada Tokoh Demokrasi Ethiopia

Dubes RI Paparkan Demokrasi Indonesia Kepada Tokoh Demokrasi Ethiopia
Andhika Anggoro Wening | 18 April 2019 02:18 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia adalah negara yang telah berhasil manjalani transisi demokrasi tanpa pertumpahan darah dan mengalami perkembangan demokrasi yang pesat sejak reformasi 1997-1998. Karena itu, Indonesia perlu berbagi pengalaman dengan negara-negara lain terutama negara-negara yang sedang dalam transisi dan dalam proses demokrasi. Indonesia telah menunjukkan peran nyata dalam mendorong kemajuan demokrasi di berbagai kawasan dunia.

Peran Indonesia dalam memajukan demokrasi juga ditunggu di kawasan Afrika khususnya Ethiopia, apalagi di Addis Ababa, ibu kota Ethiopia, bermarkas kantor African Union, organisasi 55 negara Afrika.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan dan diskusi Al Busyra Basnur, Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika dengan sejumlah tokoh penting demokrasi di Ethiopia, Selasa (16/4). Pertemuan dan diskusi tersebut diselenggarakan dalam bentuk working lunch di kediaman Duta Besar Al Busyra, Wisma Indonesia, Addis Ababa.

Hadir dalam working lunch itu Solomon Ayele Dersso, PhD, Founding Director Amani Africa; Hallelujah Lulie, Director Program Amani Africa; H.E Duta Besar Kasahun Dender Melese, Deputy Executive Director Centre for Dialogue, Research and Cooperation (CDRC); Dr. Dima Noggo, tokoh politik Oromo; Bitania Tadesse, Amani Afrika dan Tsion Nega Tsara, Addis Ababa University.

Tsion Nega adalah peserta Bali Democracy Students Conference (BDSC) 2018 yang diselenggarakan bersamaan dengan Bali Democracy Forum (BDF) 2018 di Bali.

Solomon mengatakan bahwa sejak terpilihnya Abiy Ahmed sebagai Perdana Menteri Ethiopia sejak April 2018, demokrasi menjadi isu sentral di Ethiopia. Pemerintah Ethiopia kini memprioritaskan reformasi dan promosi demokrasi. Dikatakan, sejumlah langkah reformasi gencar dilakukan, seperti keterbukaan politik, penegakan hukum, kebebasan pers dan penegakan hak asasi manusia.

Pada jamuan makan siang itu, Duta Besar Al Busyra menjelaskan perkembangan dan kemajuan demokrasi di Indonesia, termasuk Bali Democracy Forum (BDF) suatu forum tahunan tingkat menteri yang diselenggarakan Indonesia sejak 2008. Dijelaskan pula tentang peran internasional Indonesia dalam mendorong kemajuan demokrasi baik pada tingkat regional maupun internasional, termasuk penyelenggaraan BDF Chapter Tunis dan BDF Chapter Berlin.

Dari pertemuan tersebut, disepakati akan diselenggarakan Panel Diskusi tentang peranan demokrasi dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat bertempat di Addis Ababa. Panel diskusi itu akan dihadiri oleh pejabat pemerintah, tokoh dan pengamat demokrasi, think thanks, pusat penelitian, akademisi dan millennials Ethiopia.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ethiopia

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup