Bawaslu : Siapa pun Dilarang Arahkan Pemilih untuk Coblos Salah Satu Calon. Ini Sanksinya

Semua pihak baik peserta pemilu, tim sukses, hingga warga dilarang mengajak pemilih untuk mencoblos salah satu calon. Jika melakukan demikian, masuk tindak pidana.
Jaffry Prabu Prakoso | 17 April 2019 11:15 WIB
Warga memperlihatkan jarinya yang sudah dicelup tinta, usai mencoblos di salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilu 2019. - Bisnis/Wahyu Darmawan

Bisnis.com, JAKARTA – Semua pihak baik peserta pemilu, tim sukses, hingga warga dilarang mengajak pemilih untuk mencoblos salah satu calon saat pemungutan suara. Jika melakukan demikian, masuk tindak pidana.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja mengatakan bahwa jika menemukan ada ajakan, dia meminta untuk segera dilaporkan.

“Harus steril tidak usah memaksa orang harus pilih pilihannya. Biarkan saja. Kampanye kan sudah selesai,” katanya di Tangerang Selatan, Rabu (17/4/2019).

Bagja menjelaskan bahwa mengajak orang untuk memilih bisa menimbulkan gesekan dan keributan.

“Kalau di TPS [tempat pemungutan suara] tertentu, mungkin kubu a dan kubu b saling ejek. Misalnya terjadi di Malaysia,” jelasnya.

Berdasarkan pasal 531 Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan dan atau menghalangi seseorang melakukan haknya untuk memilih, melakukan kegiatan yang menimbulkan gangguan ketertiban dan ketentraman pelaksanaan pemungutan suara atau menggagalkan pemungutan suara dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp24 juta.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bawaslu, pemungutan suara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup