Mufti Suriah Imbau Umat Tidak Percaya Propaganda Terorisme

Negara Suriah yang dulu damai, tenteram, dan indah kini terjebak dalam perang saudara akibat propaganda radikal terorisme.
Newswire | 09 April 2019 16:31 WIB
Ilustrasi.

Bisnis.com, PEKALONGAN - Mufti Damaskus (Suriah) Syaikh Dr. Muhammad Adnan Al-Afyouni mengimbau umat Islam di Indonesia agar tidak percaya dengan propaganda radikal terorisme yang bertujuan merusak Indonesia.

"Fenomena ini mulai muncul di Indonesia di mana isu-isu radikal terorisme menjadi sangat hangat di Indonesia. Saya khawatir jika nantinya umat Islam di negeri yang damai ini ikut terjerumus seperti umat Islam di Suriah," katanya di sela-sela Konferensi Ulama Sufi Internasional (World Sufi Forum) di Pekalongan, Selasa (9/4/2019).

Ia mengatakan negara Suriah yang dulu damai, tenteram, dan indah kini terjebak dalam perang saudara akibat propaganda radikal terorisme.

"Makanya saya mengimbau kepada saudara-saudara di Indonesia agar tidak mempercayai propaganda radikal terorisme," katanya.

Al-Afyouni menyampaikan bahwa dirinya sudah sering datang ke Indonesia dan berbicara tentang perkembangan di Suriah, khususnya terkait radikal terorisme.

Ia berpendapat, kelompok radikal terorisme memiliki pola memengaruhi masyarakat khususnya mereka yang tidak paham agama dengan menggunakan pendekatan isu-isu yang dapat membangkitkan emosi umat Islam seperti kedholiman pemerintah, ketidakadilan terhadap umat Islam, marginalisasi umat Islam, pemiskinan umat Islam dan penindasan terhadap umat Islam.

"Nah, isu-isu seperti ini sangat mudah menarik perhatian orang yang tidak paham agama sehingga mereka mudah terpengaruh dengan ajakannya," katanya.

Ia mengatakan bagaimana mungkin seorang yang melakukan dakwah Islam tetapi membunuh sesamanya, membenci orang lain, dan tidak menerima eksistensi orang lain, padahal Islam mengajarkan kebersamaan dan saling menghormati antara sesama manusia sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW saat di Madinah.

Rasulullah Muhammad SAW, kata dia, tidak pernah membunuh dan selalu bergaul dengan siapa pun baik orang Yahudi maupun Nasrani.

"Rasulullah menegaskan bahwa mereka punya hak ke kita dan kami punya hak kepada mereka. Artinya kita saling membutuhkan dan tidak bisa saling memusuhi. Oleh karena itu, kami mempertanyakan bagaimana mereka mengklaim sebagai pejuang Islam namun kelakuannya sangat jauh dari Islam," katanya.

Ia menegaskan bahwa Islam menentang keras terhadap ajaran yang mengajak kebencian kepada siapa pun, apalagi dengan orang yang seiman.

Islam, kata dia, mengajarkan kedamaian dan kebersamaan dalam membangun bumi ini bukan sebaliknya merusak serta saling benci antara satu dengan yang lain.

"Indonesia adalah negeri yang sangat indah, maju, dan sebegain besar penduduknya adalah pemeluk Islam. Selain itu, di negeri sangat terbuka demokrasi dan berkemajuan," katanya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
suriah, teroris

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup