Menlu Korsel Sebut Indonesia Mitra Utama dalam New Southern Policy

Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha menyoroti posisi Indonesia sebagai mitra utama dalam New Southern Policy atau Kebijakan Baru ke Arah Selatan besutan Presiden Moon Jae-in
Iim Fathimah Timorria | 08 April 2019 17:13 WIB
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi (kanan) berbincang dengan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha (kiri) saat pertemuan di Jakarta, Senin (8/4/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha menyoroti posisi Indonesia sebagai mitra utama dalam New Southern Policy atau Kebijakan Baru ke Arah Selatan besutan Presiden Moon Jae-in. Dia mengungkapkan hubungan kedua negara terus memperlihatkan kemajuan sejak kemitraan strategis ditetapkan pada 2017.

"Dalam konteks 'New Southern Policy', Indonesia merupakan mitra utama dan penting bagi kami. Kerja sama kedua negara terus meningkat di berbagai area, termasuk perdagangan dan investasi, pertahanan, infrastruktur, dan lainnya," ungkap Kang usai melakukan Sidang Komisi Bersama dengan Menlu Retno Marsudi di Jakarta, Senin (8/4/2019).

Berdasarkan catatan Kementerian Luar Negeri, nilai perdagangan kedua negara pada 2018 mengalami kenaikan seginifikan sebesar 15% dengan nilai total mencapai US$20 miliar. Selain itu, realisasi investasi Korea Selatan dalam lima tahun terakhir mencapai US$7 miliar, jumlah tersebut menjadikan Korea Selatan sebagai investor terbesar keenam di Indonesia.

New Southern Policy pertama kali dikumandangkan Moon Jae-in pada 2017 sebagai upaya Korea Selatan untuk melepas ketergantungan Negeri Ginseng dengan negara besar seperti Amerika Serikat, China, Jepang, dan Rusia. Melalui inisiasi ini, Korea Selatan memperluas jaringan kerja samanya dengan menggandeng negara-negara di belahan bumi selatan seperti negara Asean dan India.

Tahun 2019 sendiri bakal menandai 30 tahun terjalinnya dialog antara Asean dan Korea Selatan. Pemerintahan Moon Jae-in rencananya akan menggelar Pertemuan Tingkat Tinggi untuk memperingati hubungan kedua entitas. Acara tersebut akan digelar di Busan pada 25 sampai 27 November dan diikuti oleh seluruh negara Asean.

"Kegiatan ini akan menjadi acara diplomatik terbesar yang digelar pemerintahan kami tahun ini dan akan menjadi peristiwa tonggak bagi New Southern Policy," papar Kang.

Secara khusus, menteri luar negeri perempuan pertama Korea Selatan itu juga berterima kasih pada Indonesia atas kerja sama dalam mewujudkan forum pertemuan itu. Ia pun mengharapkan dukungan Indonesia dapat terus berlanjut sehingga pertemuan itu berjalan sukses.

"Saya yakin melalui pertemuan ini, kita dapat memperoleh hasil konkrit yang akan menguntungkan rakyat kedua negara dan kawasan," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
indonesia, korea selatan

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top