Kampanye Kreatif, PDIP Tampilkan Keragaman Budaya Indonesia

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut bahwa Kampanye Akbar PDIP merupakan perwujudan kebudayaan Indonesia. Sebab itulah, selain menghadirkan kesenian khas nusantara, nantinya 2.000 sarung dan kopiah akan dibagikan, sebagai simbol kecintaan pada negara.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 31 Maret 2019  |  18:54 WIB
Kampanye Kreatif, PDIP Tampilkan Keragaman Budaya Indonesia
Kampanye Akbar DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta - Bisnis/Aziz R

Kabar24.com, JAKARTA — Lapangan Parkir Timur Senayan, Minggu (31/3/2019) seketika dipadati warna merah. Bukan hanya karena baju, umbul-umbul, dan panggung acara Kampanye Akbar PDI Perjuangan, tetapi warna merah, seakan sanggup menggambarkan semangat dari para relawan yang hadir ke tengah acara.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut bahwa Kampanye Akbar PDIP merupakan perwujudan kebudayaan Indonesia. Sebab itulah, selain menghadirkan kesenian khas nusantara, 2.000 sarung dan kopiah akan dibagikan, sebagai simbol kecintaan pada negara.

"Kami luncurkan sebuah kampanye simpatik, kampanye yang melibatkan kreativitas anak negeri, kampanye yang mengedepankan kebudayaan, kampanye yang mengedepankan seluruh nilai ketuahanan dan kemanusiaan, persatuan Indonesia dan keadilan sosial," ungkap Hasto membuka pemimpin arak-arakan kampanye berupa truk yang dihias dengan kepala banteng, simbol politik PDI Perjuangan.

Hasto meresmikan arak-arakan kampanye yang akan menuju lokasi acara tersebut di kediaman politisi muda PDI Perjuangan Putra Nababan. Di kediaman Putra, PDI Perjuangan juga membuat kampanye kebudayaan berupa pelatihan membatik tulis untuk para ibu yang mereka sebut 'Saudara Sebanteng'.

Setibanya di Lapangan Parkir Timur Senayan, Hasto, petinggi PDIP di antaranya Tjahjo Kumolo, beserta para relawan akan disambut oleh kesenian khas perwakilan elemen bangsa. Di antaranya, Tari Jaipong, Ondel-ondel lengkap dengan Tanjidor pengiringnya, Barongsai, serta Reog Ponorogo yang dinaiki Hasto menuju ke atas panggung.

Bukan hanya menghadirkan kesenian nusantara, menurut Hasto, sarung yang akan mereka bagikan pun merupakan simbol kebudayaan. Nantinya, ketika cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin datang menyampaikan pidato kebangsaan, para relawan akan memakai sarung tersebut sebagai simbol mencintai pemimpin yang datang dari kalangan bawah.

"Kebudayaan kita lengkap dengan kain. Ada yang menggunakan kain Bali, ada yang menggunakan sarung, itu kebudayaan kita," jelasnya.

"PDIP menampilkan Ma'ruf tetap tampil sebagai sosok ulama dengan sarungnya. Karena itulah Indonesia. Kita bisa bayangkan nanti di sidang umum PBB, Kiai Haji Ma'ruf Amin datang menggunakan sarung dan peci kopiah, itu keindonesiaan kita, itu luar biasa," ungkap Hasto.

Selain Ma'ruf Amin, Hasto, dan Tjahjo, seluruh calon legislatif PDI Perjuangan DKI Jakarta turut memeriahkan acara ini. Di antaranya Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, Ketua DPD PDIP Jakarta Adi Wijaya, serta artis yang menjadi caleg PDIP seperti Angel Karamoy, Chicha Koeswoyo, dan Tina Toon.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pdip, kampanye pemilu

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top