Menlu UEA Sebut Negara Arab Harus Lebih Terbuka dengan Israel

Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Anwar Gargash menilai hubungan antara negara-negara Arab dengan Israel perlu diubah untuk mencapai kemajuan perdamaian antara Israel dan Palestina.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 29 Maret 2019  |  13:46 WIB
Menlu UEA Sebut Negara Arab Harus Lebih Terbuka dengan Israel
Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Anwar Gargash. - Reuters/ Neil Hall

Bisnis.com, JAKARTA--Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Anwar Gargash menilai keputusan negara-negara Arab untuk tidak memiliki hubungan formal atau kontak dengan Israel adalah keputusan yang sangat salah.

Mayoritas negara-negara Arab selama ini dikenal anti-Israel, hanya Mesir dan Yordania saja yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Negara-negara Arab menolak mengikuti jejak kedua negara tersebut selama pendudukan Israel atas wilayah Palestina berlanjut.

Dilansir dari Aljazeera, Jumat (29/3/2019), Gargash mengatakan kepada harian The National bahwa hubungan antara negara-negara Arab dan Israel perlu diubah untuk mencapai kemajuan perdamaian antara Israel dan Palestina. "Bertahun-tahun yang lalu, melihat kebelakang ketika Arab memutuskan untuk tidak melakukan kontak dengan Israel, itu adalah keputusan yang sangat, sangat keliru," kata Gargash.

"Karena jelas, Anda harus benar-benar membedah dan membagi antara memiliki masalah politik dan menjaga jalur komunikasimu tetap terbuka," sambungnya.

Gargash menuturkan dirinya mengharapkan adanya peningkatan kontak antara negara-negara Arab dan Israel melalui kesepakatan bilateral kecil dan kunjungan politisi atau delegasi atletik.

"Apa yang kita hadapi, jika kita melanjutkan jalan yang sekarang, saya pikir percakapan dalam waktu 15 tahun akan benar-benar tentang persamaan hak di satu negara," katanya.

Dia menambahkan bahwa pembicaraan mengenai hal tersebut sudah ada, namun masih ada dipinggiran.

"Solusi dua negara tidak akan lagi layak karena pengurangan negara (Palestina) semacam itu tidak akan lagi praktis," katanya.

Adapun pernyataan Gargash tersebut muncul setelah UEA dan negara-negara Teluk lainnya mengkritik keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pekan ini yang mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
arab saudi, israel

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top