Jelang Debat IV, TKN Ungkap Segudang Prestasi Internasional Jokowi

Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Tb Ace Hasan Syadzily menyatakan bahwa capres petahana Joko Widodo telah siap menghadapi Debat Capres IV yang akan bertemakan ideologi, pemerintahan, keamanan, serta hubungan internasional.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 28 Maret 2019  |  22:52 WIB
Jelang Debat IV, TKN Ungkap Segudang Prestasi Internasional Jokowi
Calon Presiden petahana nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) didampingi oleh Ibu Iriana Joko Widodo menyapa pendukungnya di acara kampanye terbuka di Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (28/03/2019). - ANTARA/Akbar Tado

Bisnis.com, JAKARTA — Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Tb Ace Hasan Syadzily menyatakan bahwa capres petahana Joko Widodo siap menghadapi Debat Capres IV yang akan bertemakan ideologi, pemerintahan, keamanan, serta hubungan internasional.

Dalam bidang Hubungan Internasional, Ace menyebut bahwa dalam kurun lima tahun ini pemerintahan era Jokowi telah terbukti berperan aktifnya dalam pergaulan internasional, forum internasional baik regional maupun dunia, guna menciptakan perdamaian dunia sebagaimana amanat konstitusi UUD 45.

"Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi kini dipercaya menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020. Hal ini sebagai bukti bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang dipercaya untuk memberikan kontribusi besar bagi perdamaian dunia," ungkap Ace dalam keterangan resminya, Kamis (28/3/2019).

Ace menyebut beberapa langkah yang telah Jokowi lakukan sebagai bukti mempertahankan Indonesia sebagai negera muslim terbesar dengan pemahaman Islam yang damai, toleran dan moderat. Misalnya terus mengawasi isu Palestina, ikut berkontribusi dalam perdamaian di Afghanistan, serta menjadi kontributor terbesar pasukan pemelihara perdamaian PBB.

Selanjutnya, politisi Golkar ini menyinggung pidato "Game of Throne" Jokowi dalam acara Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Oktober 2018 di Bali. Menurutnya, pemerintahan era Jokowi telah berpegang teguh mendorong adanya kerjasama dan kolaborasi, baik bilateral maupun multilateral, untuk mewujudkan tatanan global yang damai dan produktif, seperti dalam pidato tersebut.

"Presiden Jokowi mengatakan bahwa saat ini merupakan saat yang tepat untuk melakukan kerja sama, karena tantangan global sangatlah besar dan tidak mungkin satu negara dapat hidup sendiri tanpa bekerja sama dengan negara lain," jelasnya.

"Kita tidak boleh menyerah menghadapi tantangan yang sangat besar ini, mulai dari masalah instabilitas di berbagai kawasan, radikalisme, terorisme, migrasi ireguler, melemahnya ekonomi global, perubahan iklim, hingga bencana alam," tambah Ace.

Sebab itulah, untuk menghadapi tekanan situasi ekonomi global, pelemahan sistem perdagangan multilateral, dan perang Dagang antara kekuatan ekonomi besar dunia, Jokowi-Ma'ruf akan menyikapinya dalam beberapa langkah diplomasi ekonomi.

Antara lain, pertama, memperkuat kerja sama ekonomi dengan pasar-pasar baru. Kedua, memperkuat infrastruktur kerja sama ekonomi secara bilateral guna meningkatkan daya saing produk Indonesia melalui negosiasi baru.

Ketiga, diplomasi ekonomi diarahkan untuk membantu ekspansi penjualan produk industri strategis Indonesia dan mendorong berbagai investasi dan proyek infrastruktur Indonesia di luar negeri, dan keempat, diplomasi ekonomi Indonesia juga diarahkan untuk melindungi kepentingan strategis produk kelapa sawit Indonesia yang terus menjadi target kampanye hitam di beberapa negara.

"Kami akan melakukan upaya-upaya yang serius untuk memperkuat diplomasi ekonomi, untuk memperjuangkan kepentingan ekonomi nasional Indonesia dalam kerja sama perdagangan, investasi dan pariwisata," ungkap Ace.

"Serta perluasan pasar ekspor ke negara-negara non-tradisional. Kami juga akan meningkatkan pemanfaatan potensi budaya dan kekayaan kuliner sebagai instrumen diplomasi Indonesia," tambahnya.

Selain itu, Ace menuturkan bahwa Jokowi-Ma'ruf akan berkomitmen memperkuat kepemimpinan Indonesia dalam forum atau organisasi regional maupun internasional, mendorong adanya kerjasama maritim, serta terus memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Debat Capres, Pilpres 2019

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top