Hari Pertama Kampanye Terbuka : Saling Serbu Basis Massa Lawan

Kedua kubu baik Jokowi-Ma'ruf maupun Prabowo-Sandiaga, sama-sama tampak ingin menjebol basis massa lawan di hari pertama periode kampanye terbuka.
Hari Pertama Kampanye Terbuka : Saling Serbu Basis Massa Lawan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 24 Maret 2019  |  18:38 WIB
Hari Pertama Kampanye Terbuka : Saling Serbu Basis Massa Lawan
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyapa simpatisannya saat melakukan kampanye terbuka di Lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (24/3/2019). Kampanye terbuka calon presiden nomor dua tersebut dihadiri ribuan simpatisannya dan dalam orasi politik Prabowo meminta agar seluruh simpatisannya menjaga kedamaian dan keamanan pada Pilpres 2019. - Antara/Yusran Uccang

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin berpendapat bahwa kedua kubu baik Jokowi-Ma'ruf maupun Prabowo-Sandiaga, sama-sama tampak ingin menjebol basis massa lawan di hari pertama periode kampanye terbuka.

"Hari ini kan kedua kubu sedang dan akan mempertontonkan strategi kampanye terbuka. Dalam kampanye terbuka yang paling penting itu meyakinkan mereka yang yang belum memilih atau mereka yang belum menentukan pilihannya," ungkap Ujang kepada Bisnis, Minggu (24/3/2019).

"Jumlahnya 13%. Cukup banyak. Bisa untuk mendapatkan kemenangan bagi kedua kubu," tambah Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini.

Seperti diketahui, di hari pertama periode kampanye terbuka yang akan digelar 24 Maret 2019 sampai 13 April 2019, pihak TKN Jokowi-Ma'ruf memilih membuka kampanye mereka di Banten, yang pada Pilpres 2014, Prabowo-Hatta unggul 57,1% suara dibandingkan Jokowi-JK dengan 42,9% suara.

Sedangkan BPN Prabowo-Sandiaga, memilih Sragen, Jawa Tengah, yang telah dikenal sebagai "Kandang Banteng" dengan kemenangan telak Jokowi-JK 66,65% berbanding Prabowo-Hatta yang hanya 33,35%.

"Memperkuat basis massa maupun menyerang basis massa lawan, kedua-duanya penting. Tentu kedua kubu sudah punya kalkulasi politik yang matang," ungkap Ujang.

"Dua-duanya harus digunakan. Namun, di tengah-tengah masyarakat yang sudah terpolarisasi, menyerang kandang lawan bisa saja lebih strategis," jelasnya.

Menurut Ujang, menjaga kandang sendiri, maupun menyerang kandang lawan, memiliki perhitungan sendiri. Ada yang harus diperkuat massa pendukungnya, ada juga yang harus diserang basis massa lawannya.

Terlebih, tugas berat akan jatuh pada pihak Prabowo-Sandiaga sebagai penantang, yang mesti mengambil basis massa petahana.

Sayangnya, menurut Ujang, kini basis massa masyarakat Indonesia telah terpolarisasi menjadi kedua kubu. Sehingga, kampanye terbuka menurutnya hanya akan sedikit berpengaruh terhadap elektabilitas atau keterpilihan mereka di daerah yang dikunjungi.

"Tapi semua kan tergantung rakyat. Rakyat yang sudah dukung Jokowi terkadang sulit juga berubah. Begitu juga masyarakat yang sudah dukung Prabowo sulit juga lari," tutupnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pilpres 2019

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top