Mahasiswa Bisa Unduh Kitab Islam Klasik, Kemenag Salurkan Rp600 Juta

Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam telah menyiapkan layanan referensi berbasis digital yang bisa diakses dan diunduh secara gratis. Layanan ini diperuntukkan bagi seluruh civitas academica perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) Kemenag.
Hafiyyan | 23 Maret 2019 07:11 WIB
Kementerian Agama - Ilustrasi/kemenag.go.id

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam telah menyiapkan layanan referensi berbasis digital yang bisa diakses dan diunduh secara gratis. Layanan ini diperuntukkan bagi seluruh civitas academica perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) Kemenag.

Dikutip dari laman Kemenag, Jumat (22/3/2019), pihak Kemenag telah mengeluarkan anggaran khusus untuk dapat mengakses ribuan kitab digital dari situs Early Arabic Printed Books dari British Library. Literatur tersebut merupakan kitab-kitab keislaman klasik dari abad ke-14 sampai abad ke-20.

“Kitab yang ada tidak hanya berbahasa Arab, tetapi juga kitab-kitab berbahasa Melayu,” ucap Kepala Seksi Penelitian dan Pengelolaan HKI Direktorat Diktis Mahrus saat pertemuan para Wakil Rektor, Ketua LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) dan Kepala P3M (Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) dari PTKIN seluruh Indonesia.

Menurtnya, program ini penting bagi peningkatan kualitas penelitian dan keilmuan di semua UIN, IAIN, dan STAIN. Apalagi bila pihak kampus ingin mengakses sendiri, mereka harus mengeluarkan biaya tidak sedikit, sekitar Rp150 juta per kampus. Kemenag sudah memfasilitasi dengan mengeluarkan dana sekitar Rp600 juta untuk seluruh PTKIN.

Kebijakan yang sudah masuk tahun kedua ini, lanjut Mahrus, mendapat sambutan positif dari berbagai kampus. Mereka merasa terbantu dengan ini, meskipun jumlah pengakses belum sesuai dengan harapan.

Menurutnya, saat ini pengambil manfaat terbesar dari layanan tersebut adalah UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Ia berharap pada tahun 2019 ini, layanan kitab-kitab digital gratis ini bisa digunakan lebih optimal.

Lebih lanjut, Mahrus mengatakan bahwa di antara distingsi PTKIN itu terdapat pada literatur Arab ini. Jadi penting bagi PTKIN memaksimalkan layanan pengunduhan gratis.

Saat ini, Kemenag hanya membuka akses tersebut untuk kalangan terbatas, terutama PTKIN. Proses pengaksesan dan pengunduhan kitab digital pun mesti melalui jaringan internet dalam IP Adress kampus bersangkutan.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemenag

Sumber : kemenag.go.id

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup