Debat Cawapres Ma’ruf Amin - Sandiaga Diprediksi Berjalan Sejuk

Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno adalah dua karakter yang berbeda. Namun, menurut pengamat sosial Vokasi Universitas Indonesia Devie Rachmawati, acara debat calon wakil presiden malam ini justru akan berjalan 'sejuk'.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Maret 2019  |  18:52 WIB
Debat Cawapres Ma’ruf Amin - Sandiaga Diprediksi Berjalan Sejuk
Pekerja menyelesaikan persiapan jelang debat Debat Ketiga Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pemilu 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (16/3/2019). Debat yang akan digelar pada Minggu (17/3/2019) tersebut diikuti calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin dan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno yang mengangkat tema "Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, serta Sosial dan Kebudayaan". - Antara/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA – Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno adalah dua karakter yang berbeda. Namun, menurut pengamat sosial Vokasi Universitas Indonesia Devie Rachmawati, acara debat calon wakil presiden malam ini justru akan berjalan 'sejuk'.

Devie menerangkan bahwa dalam sebuah debat biasanya menggunakan tiga pendekatan yakni klaim, menyerang, dan bertahan. Namun dalam adat ketimuran, menurut Devie, sangat jarang menggunakan klaim dan menyerang.

"Dalam konteks budaya timur, kita tidak akan banyak menggunakan pendekatan menyerang dan klaim. Klaim itu akan hati-hati karena akan dinilai sombong dan sebagainya. Kita lebih senang dengan suasana yang harmonis, saling menghormati kemudian, positif," kata Devie pada Minggu (17/3/2019).

"Saya justru percaya para calon akan melakukan hal tersebut. Karena dari jejak digital keduanya, mereka sama-sama selalu menyampaikan hal yang positif juga optimis. Menurut saya debat akan berjalan dengan sejuk," lanjutnya.

Devie juga mengatakan bahwa Ma'ruf akan mewakili orang tua dan kaum agamais. Sedangkan Sandiaga adalah gambaran anak muda yang enerjik.

Kedua karakter ini bisa dibilang sudah memiliki targetnya masing-masing. Menurut Devie, pesan komunikasi yang ingin disampaikan oleh para pasangan calon presiden berjalan dengan sangat baik.

"Mereka sama-sama start dari titik yang sama, beda usia memungkinkan keduanya untuk bicara dengan dua target penonton yang berbeda. Artinya memang tidak ada yang salah, karena calon presidennya juga menarget dua pemilih yang berbeda," jelas perempuan yang pernah belajar di Swansea, UK ini.

Devie menambahkan, "Jadi, sebenarnya saya melihat ini sebagai strategi komunikasi yang baik. Mereka memang berbagi peranlah dalam komunikasi politiknya dengan debat nanti."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sandiaga uno, Debat Capres, Debat Cawapres, Pilpres 2019, Ma'ruf Amin

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top