Banjir Sentani Sebabkan 42 Orang Meninggal dan Puluhan Luka - luka

Banjir yang melanda Kabupaten Jayapura Sabtu Malam, (16/03/2019) memakan korban sebanyak 42 orang meninggal dan 18 orang mengalami luka-luka.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Maret 2019  |  07:39 WIB
Banjir Sentani Sebabkan 42 Orang Meninggal dan Puluhan Luka - luka
Bandara Sentani, Jayapura, Papua. - Bisnis/youtube

Kabar24.com, JAKARTA - Banjir yang melanda Kabupaten Jayapura Sabtu Malam, (16/03/2019) memakan korban sebanyak 42 orang meninggal dan 18 orang mengalami luka-luka.

Kepala BPBD Kabupaten Jayapura, Sumartono seperti dikutip Antara mengakui, saat ini tercatat 42 orang meninggal dunia dan puluhan korban lainnya menderita luka-luka.

Kawasan terparah berada di sekitar Sentani dan Doyo, katanya seraya menambahkan, petugas masih disebar memantau ke lapangan.

“Mudah-mudahan korban yang meninggal tidak bertambah,” harap Sumartono.

Dia mengatakan, untuk meringankan beban para korban banjir pihaknya sudah memberikan makanan siap santap.

Makanan siap santap itu diberikan kepada masyarakat yang mengungsi di kawasan perkantoran Bupati Jayapura di gunung merah dan beberapa lokasi lainnya, ujarnya.

Banjir bandang yang melanda sembilan distrik di Kabupaten Jayapura akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak Sabtu (16/3) alam.

Kepala SAR Jayapura Putu Arga seperti dikutip dari Antara mengatakan, jenazah korban saat ini sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara.

Sedangkan korban luka-luka dirawat di berbagai puskesmas dan rumah sakit yang ada di sekitar Sentani, bahkan empat orang diantaranya sudah dievakuasi ke RS Dian Harapan, Waena, Kota Jayapura.

"Belum semua korban teridentifikasi," kata Putu Arga.

Kepala BPBD Kabupaten Jayapura Sumartono secara terpisah mengatakan, jumlah korban kemungkinan terus bertambah karena saat ini masih dilakukan pendataan.

Beberapa lokasi saat ini menjadi tempat pengungsian warga seperti di kawasan perkantoran Bupati Jayapura, Gunung Merah, gereja El Roy Waimbu dan lainya.

Petugas masih di lapangan untuk melihat langsung, kata Sumartono seraya mengaku banjir bandang itu melanda sembilan distrik.

“Kami masih sulit melakukan pendataan karena beberapa ada jembatan yang putus, dan terendam material kayu serta bebatuan yang terbawa saat banjir terjadi ,” kata Sumartono

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
banjir

Sumber : Antara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top