Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rencana Akuisisi Dua Pialang Asuransi Terbesar Gagal Diteken

Rencana akuisisi senilai US$24 miliar akhirnya gagal diteken antara dua pemain pialang asuransi terbesar di dunia, Aon Plc dan Willis Towers Watson Plc.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 10 Maret 2019  |  02:07 WIB
AON Plc - Bloomberg
AON Plc - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Rencana akuisisi senilai US$24 miliar akhirnya gagal diteken antara dua pemain pialang asuransi terbesar di dunia, Aon Plc dan Willis Towers Watson Plc. Yang paling mengejutkan, perubahan keputusan ini hanya terjadi dalam 24 jam.

Dikutip dari Bloomberg pada Sabtu (9/3/2019), pada Selasa (5/3/2019), Aon Plc mengkonfirmasi bahwa mereka sedang mempertimbangkan mengakuisisi Willis Towers Watson Plc, pesaingnya, dengan nilai pasar US$24 miliar.

Pada Rabu (6/3/2019) pagi, Aon berubah pikiran akibat peraturan Irlandia yang meminta mereka untuk mengumumkannya di bawah pengumuman resmi regulator setempat.

Padahal, kedua perusahaan telah melakukan diskusi sebelumnya. Bahkan, Aon mengaku telah bersiap untuk melakukan penawaran resmi dalam beberapa pekan ke depan. Namun, pembicaraan ini masih dalam tahap awal ketika kabar ini pecah.

Menurut salah seorang sumber yang enggan diidentifikasi namanya, hal ini membuat Aon menjadi sulit untuk melangkah maju karena masih menyempurnakan ketentuan penawarannya.

Aon sedang mempertimbangkan membeli seluruh saham Willis Tower. Tentu penawaran ini akan menjadi semakin mahal setelah kabar akuisisi ini membuat saham mereka turun 7,8%, sementara saham yang mereka bidik tengah naik 5,2% pada akhir Selasa. Reaksi pasar negatif itu tidak membantu situasi, kata sumber itu.

Analis di Wells Fargo & Co. menunjukkan bahwa isu regulasi pasti bakal menjadi masalah besar karena Aon dan Willis adalah pialang asuransi terbesar kedua dan ketiga berdasarkan pendapatan.

"Masalah regulasi termasuk pertumbuhan, kehilangan bisnis, dan lainnya dapat memengaruhi keputusannya untuk tidak mengejar kesepakatan saat ini," kata bank itu dalam sebuah catatan, Rabu.

Ada kemungkinan ini tidak akan menjadi akhir dari kisah Aon dan Willis. Aon mengatakan dalam pernyataannya pada hari Rabu bahwa pihaknya memiliki hak dalam 12 bulan ke depan untuk menangguhkan pengumuman yang telah mereka publikasikan.

Sementara peraturan membatasi Aon untuk menjangkau Willis selama setidaknya satu tahun, seseorang yang akrab dengan masalah ini mengatakan, Willis masih bebas untuk mendekati Aon jika ingin mengejar kesepakatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pialang asuransi

Sumber : Bloomberg

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top