Tiga Kartu Sakti Baru Jokowi Cuma Kebijakan Populis? TKN Jokowi-Ma'ruf: Ya Silakan Kritik

BPN Prabowo-Sandi ditantang membuat kritik yang mampu menandingi program "kartu sakti" Jokowi.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  21:13 WIB
Tiga Kartu Sakti Baru Jokowi Cuma Kebijakan Populis? TKN Jokowi-Ma'ruf: Ya Silakan Kritik
Hasto Kristiyanto, Sekretaris TKN Jokowi-Maruf (kiri) dan Direktur Program TKN Jokowi-Maruf, Aria Bima. - BISNIS/Muhammad Ridwan

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Program TKN Jokowi-Ma'ruf Aria Bima menjawab kritikan untuk tiga "kartu sakti" Jokowi yang baru dengan menantang balik agar pihak BPN Prabowo-Sandiaga membuat kritik yang mampu menandingi program tersebut.

Sebelumnya, pihak BPN Prabowo-Sandiaga menilai ketiga kartu "sakti' dimaksud hanyalah kebijakan populis semata, hanya ganti nama, dan tidak ada sesuatu yang baru.

Contohnya, Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) hanyalah ganti dari BidikMisi, Kartu Sembako Murah hanyalah ganti dari program Beras Sejahtera (Rastra), sedangkan Kartu Pra-Kerja hanyalah lanjutan Program Keluarga Harapan (PKH) yang diberikan pelatihan bekerja.

"Enggak apa-apa. Ya, silakan kritik saja. 02 memang harus mengkritik," jelas Aria kepada Bisnis, Selasa (26/2/2019) menanggapi kritik tersebut sembari bergurau.

Politisi PDI Perjuangan ini tidak mempermasalahkan kritikan bahwa program kartu sakti Jokowi hanyalah kebijakan populis.

Tetapi Aria menggarisbawahi bahwa program tersebut sebenarnya juga dibuat untuk menjawab kritik sebelumnya dari pihak oposisi tentang pendidikan, harga sembako, dan lapangan pekerjaan.

Oleh sebab itu, 3 kartu tersebut dianggap Aria Bima mampu memberikan kepastian pada masyarakat bahwa isu negatif dari kritik tersebut tidak akan terjadi.

"Katanya sembako sekarang emak-emak kemahalan, ya sekarang kita kasih kartu yang murah," ujar pria kelahiran Semarang, 29 Mei 1965 ini.

"Katanya emak-emak mahal soal sembako, ya kita kasih sesuatu yang pasti supaya sembako murah," tambah Aria Bima.

Senada dengan Aria Bima, Direktur Penggalangan Pemilih Muda TKN Jokowi-Ma'ruf Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa kepastian merupakan kunci.

"Program [3 kartu sakti baru] Pak Jokowi merupakan pikiran baik, pikiran bijak dari seorang pemimpin untuk membuat satu keputusan political will dalam rangka memberikan kepastian bagi rakyatnya," ungkap Bahlil di Posko Cemara TKN Jokowi-Ma'ruf, Selasa (26/2/2019).

"Apa itu kepastian? Kepastian untuk anak-anak yang tamat SMA bisa kuliah, kepastian yang baru selesai kuliah mau dapat kerja ada, kepastian apa lagi adalah ketika harga-harga mahal, pemerintah hadir untuk membuat murah dengan kartu itu," tambah Bahlil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, Pilpres 2019

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top