Sepak Terjang Putri Rima, Dubes Wanita Pertama dari Arab, di Bisnis dan Olahraga

Keputusan Kerajaan Arab Saudi menunjuk Putri Rima binti Bandar untuk duduk sebagai Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat membuatnya langsung menjadi sorotan publik secara luas. Penunjukan Putri Rima tercatat dalam sejarah karena untuk pertama kalinya perempuan Arab Saudi mengisi posisi tersebut.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  08:20 WIB
Sepak Terjang Putri Rima, Dubes Wanita Pertama dari Arab, di Bisnis dan Olahraga
Putri Rima binti Bandar - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Keputusan Kerajaan Arab Saudi menunjuk Putri Rima binti Bandar untuk duduk sebagai Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat membuatnya langsung menjadi sorotan publik secara luas. Penunjukan Putri Rima tercatat dalam sejarah karena untuk pertama kalinya perempuan Arab Saudi mengisi posisi tersebut.

Dikutip dari straitstimes.com, Minggu (24/2/2019), Putri Rima adalah anak mantan Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat, Badar bin Sultan.

Rima sempat menghabiskan masa remajanya selama beberapa tahun di Amerika Serikat.  

Sebelum mendapat kepercayaan ini, Putri Rima telah lama memimpin sebuah gerakan pemberdayaan perempuan di Arab Saudi, dimana Kerajaan Arab Saudi sudah lama dihujani kritik atas perlakuannya terhadap kaum perempuan.

Putri Rima diketahui pula pernah bekerja di Otoritas Olahraga Arab Saudi. Di lembaga itu, dia menjalankan sebuah kampanye untuk meningkatkan partisipasi perempuan di bidang olahraga.

Pada 2017, Putri Rima menjadi perempuan pertama yang memimpin federasi berbagai olahraga Arab Saudi, sebuah ajang olahraga yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan.

Dikutip dari arabnews.com, Putri Rima merupakan lulusan  Universitas George Washington Amerika Serikat jurusan ilmu studi museum. Pada 2005, dia kembali ke Arab Saudi dan menjabat sebagai CEO untuk Al Hama dan Alfa Internasional.

Putri Rima melepas masa lajangnya pada 2012.

Di bidang bisnis, Putri Rima  meluncurkan tas dengan merek Baraboux pada 2013. Putri Rima diketahui pula mendirikan dana equitas bernama Reemiyah dan salah satu pendiri Yibreen, sebuah salon spa khusus perempuan.   

Di bidang kemanusiaan, Putri Rima adalah salah satu pendiri Zahra Asosiasi Kanker Payudara di Riyadh. Dia juga anggota Dewan Penasehat Bank Dunia untuk Pendanaan Pengusaha Perempuan.

Secara terbuka, Putri Rima pernah mengatakan soal perlunya perempuan Arab Saudi dilibatkan sebgai salah satu roda penggerak ekonomi dan menggambarkan reformasi di Arab Saudi sebagai evolusi, bukan kebarat-baratan.

Dalam forum Dewan Atlantik di Washington, Amerika Serikat Putri Rima mengatakan Kerajaan Arab Saudi telah berusaha mengatasi masalah – masalah terbesar perempuan Arab Saudi dengan menerbitkan izin perempuan boleh menyetir mobil atau menonton pertandingan sepak bola, dimana hal ini disebut Putri Rima sebagai kemenangan yang cepat.

Sedangkan masalah – masalah kekerasan terhadap perempuan masih diperlukan pengawasan yang lebih luas. Dia pun menyoroti perlunya dibuka peluang untuk perempuan Arab Saudi berkarir di jabatan-jabatan yang masih didominasi oleh laki-laki.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
amerika serikat, arab saudi

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top