Polemik Jumatan Bersama Prabowo di Masjid Kauman, TKN Jokowi-Ma'ruf Angkat Bicara

Polemik akibat tersebarnya poster Salat Jumat Bersama Prabowo Subianto di Masjid Kauman atau akrab disebut Masjid Agung Semarang, ditanggapi pihak TKN Jokowi-Ma'ruf dengan mengimbau agar pihak Prabowo tak memanfaatkannya untuk kampanye.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 14 Februari 2019  |  20:14 WIB
Polemik Jumatan Bersama Prabowo di Masjid Kauman, TKN Jokowi-Ma'ruf Angkat Bicara
Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong (kanan) memimpin Diskusi Fokus mengenai Batam di Jakarta, Selasa (08/8) - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Polemik akibat tersebarnya poster Salat Jumat Bersama Prabowo Subianto di Masjid Kauman atau akrab disebut Masjid Agung Semarang, ditanggapi pihak TKN Jokowi-Ma'ruf dengan mengimbau agar pihak Prabowo tak memanfaatkannya untuk kampanye.

Sebelumnya, Ketua Masjid Agung Semarang alias Masjid Kauman KH Hanief Ismail menyatakan keberatan adanya rencana salat Jumat Capres 02 Prabowo Subianto di Masjid Agung Semarang, Jumat (15/2/2019). 

"Yang penting prinsipnya tak boleh berkampanye di rumah ibadah," ungkap Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma'ruf Usman Kansong, di Posko Cemara, Kamis (14/2/2019).

"Ya saya kira takmir masjid punya pertimbangan, dari pada dia dipersalahkan, lebih bagus dihindari aja sebagai sebuah antisipasi," tambahnya.

Melengkapi Usman, Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Abdul Kadir Karding menyatakan niat seseorang memang tidak bisa dinilai secara kasat mata. Tetapi dirinya menyebut alangkah baiknya tidak mengganggu ketenangan atau kekhusukan orang beribadah dengan hal-hal berbau politis.

Terlebih, ada dugaan bahwa pihak Prabowo ingin keluar tekanan dari sosial media Twitter setiap hari Jumat, yang warganet ramaikan dengab tagar #PrabowoJumatanDiMana.

"Bahwa seseorang calon boleh saja hadir dalam, atau mengikut ibadah salat. Tapi tidak boleh menyebar-nyebarkan brosur, pamflet, dan sebagainya untuk mempengaruhi massa agar datang ke acara salat jumat itu, dan saya kira kita juga menahan diri untuk, sebagai tim sukses, untuk taat aturan," jelas Karding.

Terakhir, politisi Golkar sekaligus Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Tb Ace Hasan Syadzily menyebut beribadah di mana saja merupakan hak setiap orang, dan dirinya tidak mempermasalahkan walaupun seseorang tersebut memiliki motif tertentu.

"Hak setiap warga negara untuk salat dimana saja dan di masjid manapun, termasuk Pak Prabowo. Yang tidak boleh itu menggunakan masjid digunakan untuk kampanye," ujarnya.

"Saya tidak mengerti apa maksudnya menyebarkan pamflet yang isinya berisi Prabowo salat di masjid. Pasti ada motifnya di balik itu," jelas Ace.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prabowo subianto

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top