Jatam Sebut Dana Kampanye Pilpres 2019 Jokowi & Prabowo Didominasi Bisnis Tambang

Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), Merah Johansyah mengungkapkan kentalnya dominasi sumber dana kampanye kedua pasangan capres-cawapres di Pilpres 2019, berasal dari kelompok pebisnis tambang dan energi.
Aziz Rahardyan | 11 Februari 2019 18:40 WIB
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) berjalan bersama capres no urut 02 Prabowo Subianto sebelum mengikuti Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Setneg Agus Suparto

Bisnis.com, JAKARTA — Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Merah Johansyah mengungkapkan kentalnya dominasi sumber dana kampanye kedua pasangan capres-cawapres, Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi, di Pilpres 2019, berasal dari kelompok pebisnis tambang dan energi.

"Keterkaitan dan keterlibatan langsung dalam bisnis tambang hingga sumber dana kampanye dari kedua paslon yang sebagiannya berasal dari industri tambang menunjukkan betapa Pemilu 2019 sangat kental dengan kepentingan industri tambang," jelas Johansyah.

Dari kubu paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf, Merah menilai 86% dari total biaya kampanye yang dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), sumbernya masih belum jelas. Sebab di dalamnya hanya tercantum perkumpulan Golfer TBIG senilai Rp19,74 miliar yang diduga merupakan bagian dari PT Tower Bersama Infrastructure Group, dan Golfer TRG senilai Rp18,19 miliar yang diduga merupakan bagian PT Teknologi Riset Global Investama.

Merah menyebut, keduanya dimiliki oleh Wahyu Sakti Trenggono yang kini merupakan bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf Amin. Terlebih, Wahyu bersama Garibaldi Thohir merupakan komisaris PT Merdeka Cooper Gold, salah satu pemegang saham PT Bumi Suksesindo yang menambang emas di Gunung Tumpang Pitu, Banyuwangi.

"Pencantuman sumbangan dari perkumpulan Golfer TBIG dan TRG ini, patut diduga sebagai upaya menyamarkan sumber pendanaan yang berasal dari bisnis tambang, yang dalam aktivitasnya bukan tanpa masalah," tutur Merah dalam sebuah diskusi di bilangan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2019).

Sementara itu, di kubu paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga, Merah menyebut jelas-jelas keduanya tercatat memiliki saham pada sektor bisnis tambang.

Seperti diketahui, cawapres Sandiaga Uno tercatat telah sembilan kali menjual saham PT Adaro Energi Tbk, yang merupakan perusahaan tambang batu bara untuk menutupi sekitar 70% biaya kampanye total Rp54,05 miliar atau sebesar Rp39,5 miliar.

Tag : prabowo subianto, bisnis tambang, Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top