Kakak Perempuan Raja Thailand Mencalonkan diri Jadi Perdana Menteri

Kakak perempuan Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, Puteri Ubolratana Rajakanya, secara resmi mencalonkan diri sebagai perdana menteri dalam pemilihan umum yang bakal berlangsung 24 Maret mendatang.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 08 Februari 2019  |  15:39 WIB
Kakak Perempuan Raja Thailand Mencalonkan diri Jadi Perdana Menteri
Puteri Ubolratana Rajakanya, secara resmi mencalonkan diri sebagai perdana menteri Thailand - Reuters/Christian Hartmann

Bisnis.com, JAKARTA - Kakak perempuan Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, Puteri Ubolratana Rajakanya, secara resmi mencalonkan diri sebagai perdana menteri dalam pemilihan umum yang bakal berlangsung 24 Maret mendatang.

Pencalonan Putri Ubolratana diumumkan oleh pengusungnya, Partai Thai Raksa Chart pada Jumat (8/2/2019) menyusul beredarnya rumor yang mengatakan bahwa perempuan berusia 67 tahun itu bakal terjun ke dunia politik.

Partai Thai Raksa Chart sendiri adalah partai besutan loyalis mantan perdana menteri Thaksin Sinawatra. Partai itu memegang kepemimpinan dalam Front Persatuan untuk Demokrasi Melawan Kediktatoran (UDD), atau kelompok "baju merah" yang telah lama terlibat perselisihan dengan junta militer.

"Partai mencalonkan sang putri sebagai calon tunggal," kata pemimpin Partai Thai Raksa Chart Preechapol Pongpanich sebagaimana diwartakan Channel News Asia.

"Ia adalah sosok berpengetahuan luas dan sangat cocok. Saya percaya tidak akan ada masalah hukum mengenai kualifikasinya, tetapi kita harus menunggu Komisi Pemilihan untuk mendukung pencalonannya," tambah Preechapol kepada wartawan.

Komisi Pemilihan Umum Thailand dijadwalkan mengumumkan semua calon final pada Jumat (15/2/2019) mendatang.

Situs politik Thailand, Khaosod menyatakan bahwa pencalonan Putri Ubolratana memperoleh izin dari Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha, meski belum jelas apakah pihak kerajaan memberi restu bagi sang putri untuk maju ke arena perpolitikan.

Jika lolos kualifikasi, Putri Ubolratana bakal berhadapan dengan Perdana Menteri Prayut yang pada hari yang sama mengumumkan pencalonannya.

Pemilihan umum Maret mendatang bakal menjadi pemilihan pertama sejak kudeta militer yang dipimpin Prayut Chan-o-cha pada 2014 lalu. Kudeta saat itu berhasil menggulingkan perdana menteri Yingluck Shinawatra, adik Thaksin Shinawatra, yang terpilih secara demokratis.

Keduanya sekarang hidup di pengasingan untuk menghindari tuntutan hukum di Thailand.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
thailand

Sumber : Channel News Asia

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top