Hari Pencoblosan Pilpres Bakal Jadi Libur Panjang, Jangan Golput Ya

Hari pemungutan suara Pemilu pada Rabu 17 April 2019 mendatang bakal libur panjang. Hal ini karena Jumat 19 April libur nasional wafat Isa Almasih. Kamisnya kemungkinan masyarakat mengambil cuti bersama.
Jaffry Prabu Prakoso | 08 Februari 2019 23:36 WIB
Petugas logistik KPU Pusat memeriksa surat pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 untuk pemilih luar negeri di gudang logistik KPU di Benda, Tangerang, Banten, Kamis (7/2/2019). - ANTARA/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA - Hari pemungutan suara Pemilu pada Rabu 17 April 2019 mendatang bakal libur panjang. Hal ini karena Jumat 19 April libur nasional wafat Isa Almasih. Kamisnya kemungkinan masyarakat mengambil cuti bersama.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz mengatakan bahwa meski pemungutan suara bertepatan libur panjang, publik diinformasikan untuk tidak golput.

“Libur kan bisa tiap minggu. Memilih [presiden] lima tahun sekali. Rugi kalau tidak milih,” katanya di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Viryan menjelaskan bahwa apabila masyarakat tidak menggunakan hak pilih, maka wakil rakyat yang mewakili daerahnya bukan sesuai keinginan.

“Sekarang nasib mereka [wakil rakyat] ditentukan oleh kita. Setelah pemilu selama lima tahun nasib kita ditentukan mereka. Mau nasibnya ditentukan dengan orang yang kita tidak tahu?  Kita serahkan gitu saja? Tidak keren kalau  gak milih,” jelasnya. 

Bagi Viryan, golput memang hak. Akan tetapi sudah bukan zamannya lagi tak menggunakan suara.

“Kerennya itu golput di orde baru. Kalau sekarang apa yang mau di-golputin? Setiap orang punya kesempatan yang sama untuk menggunakan hak pilihnya,” ucapnya.

Viryan memastikan bahwa manipulasi tidak akan ada pada pemilu 2019 walaupun kemungkinan besar sengketa tetap ada.

Tag : Pilpres 2019
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top