Debat Capres 17 Februari: Menilik Janji-Janji Jokowi-Ma'ruf soal Lingkungan Hidup

Debat Capres 2019 putaran kedua akan berlangsung satu pekan lagi, salah satu tema yang akan dibahas yaitu masalah Lingkungan Hidup.
Aziz Rahardyan | 08 Februari 2019 17:55 WIB
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (tengah) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) disela-sela debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Debat Capres 2019 putaran kedua akan berlangsung satu pekan lagi, salah satu tema yang akan dibahas yaitu masalah Lingkungan Hidup.

Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma'ruf Usman Kansong menyatakan pihaknya memiliki banyak ahli internal di bidang Lingkungan Hidup yang akan membantu persiapan debat, sekaligus memberi masukan untuk program premerintahan lima tahun mendatang.

"Kita menerima masukan dari ahli-ahli internal yang memang fokus di Lingkungan Hidup," ujar Usman kepada Bisnis, Jumat (8/2/2019).

Di antaranya Usman menyebut politisi NasDem yang pernah berkecimpung di Yayasan Indonesia Hijau, Walhi, dan Greenpeace Asia Tenggara Emmy Hafild, aktivis lingkungan hidup yang kini kader PSI Agus Sari, dan politisi Partai Golkar Roosdinal Rhamdani Salim atau Dinal Salim yang merupakan putra mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim.

Sementara itu, dalam visi-misinya Jokowi-Ma'ruf menjelaskan secara khusus tema Lingkungan Hidup dalam poin misi mereka yang ke-4, "Mencapai Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan."

Pertama, Jokowi-Ma'ruf berjanji akan menyempurnakan integrasi tata ruang untuk memastikan ruang digunakan secara berkeadilan. Caranya, dengan kebijakan satu peta dan menindak tegas penyimpangan tata ruang wilayah.

 Jokowi -Ma'ruf akan melanjutkan kebijakan Satu Peta untuk menghindari tumpang tindih penggunaan ruang, juga melakukan pengendalian dan pengawasan kepatuhan pelaksanaannya serta menindak tegas penyimpangan yang terjadi.

Kemudian, Jokowi-Ma'ruf akan mendorong Indonesia memperbanyak kebijakan mitigasi perubahan iklim, untuk menangkal dampak perubahan iklim yang kini menjadi permasalahan global.

Jokowi-Ma'ruf akan mendorong pencegahan kebakaran hutan, penanaman kembali lahan-lahan kritis, pengembangan energi baru terbarukan (EBT) berbasis potensi setempat serta ramah terhadap lingkungan, melanjutkan konservasi lahan gambut, mengurangi emisi karbon dan meningkatkan transportasi massal ramah lingkungan, meningkatkan pendidikan konservasi lingkungan yang berkelanjutan dengan melibatkan komunitas masyarakat adat serta memperbanyak hutan kota dan ruang terbuka hijau.

Terakhir, Jokowi-Ma'ruf berjanji mempertegas penegakan hukum dan rehabilitasi Lingkungan Hidup yang telah tercemar limbah B3, pencemaran udara, penebangan liar, pencurian ikan dan terumbu karang, serta penambangan liar.

Yang perlu dicatat, Jokowi-Ma'ruf juga berjanji akan mendorong infrastruktur pengolahan limbah dan industri daur ulang untuk menekan pencemaran sampah plastik.

Hal yang akan didorong adalah merehabilitasi kerusakan lingkungan untuk menjamin daya dukung lingkungan secara berkelanjutan termasuk rehabilitasi hutan dan lahan, konservasi laut, serta Daerah Aliran Sungai (DAS).

Meningkatkan efektivitas pengelolaan dan pengawasan limbah B3 serta percepatan pembangunan pusat pengolahan limbah B3 secara terpadu termasuk di dalamnya.

Begitu pula dengan penegakan hukum yang tegas atas tindakan perusakan lingkungan.

Selain itu, mempercepat upaya pencegahan dan rehabilitasi lingkungan akibat sampah plastik serta mendorong berkembangnya industri daur ulang.

Tag : jokowi, Debat Capres, Pilpres 2019
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top