Indonesia Kecam Langkah Israel Tutup Misi Pengamat di Hebron Palestina

Pemerintah Indonesia mengecam keputusan sepihak Israel untuk menutup dan mengakhiri mandat misi pengamat sipil internasional atau Temporary International Presence in Hebron (TIPH) di wilayah pendudukan Israel di Hebron, Tepi Barat, Palestina
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 07 Februari 2019  |  14:39 WIB
Indonesia Kecam Langkah Israel Tutup Misi Pengamat di Hebron Palestina
Pasukan keamanan Israel berdiri di tempat yang oleh militer Israel dikatakan sebagai tempat penusukan oleh warga Palestina, di Tal-Rumida di kota Hebron, Tepi Barat (17/9/2016). - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia mengecam keputusan sepihak Israel untuk menutup dan mengakhiri mandat misi pengamat sipil internasional atau Temporary International Presence in Hebron di wilayah pendudukan Israel di Hebron, Tepi Barat, Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pekan lalu menyatakan bahwa pihaknya tak akan memperbarui  Temporary International Presence in Hebron (TIPH) yang beroperasi di Hebron. Ia berasalan para pengamat dalam misi tersebut melakukan aktivitas anti-Israel.

TIPH dibentuk pada 1994 berdasarkan perjanjian antara Israel dan Palestina dan sebagaimana dimandatkan oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 904. TIPH mengusung misi untuk memastikan perlindungan penduduk sipil Palestina di sana, terutama pengawasan terhadap pelanggaran hukum humaniter dan HAM internasional.

"Mempertahankan mandat yang dipegang oleh TIPH sangatlah penting untuk menjaga situasi rawan dan mencegah meningkatnya kekerasan," tulis Kementerian Luar Negeri Indonesia melalui keterangan resmi, Kamis (7/2/2019).

Sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina, Indonesia dan Kuwait dengan dukungan anggota PBB lain telah menginisiasi pertemuan tertutup DK PBB guna membahas langkah sepihak Israel yang dinilai bakal memperburuk usaha perdamaian dan menghalangi terwujudnya solusi dua negara.

Informasi yang diwartakan Reuters menyebutkan draf pernyataan bersama yang diusulkan Indonesia dan Kuwait dalam pertemuan tertutup itu ditolak Amerika Serikat. Diplomat PBB mengemukakan penolakan AS didasari alasan bahwa pernyataan bersama dewan bukanlah suatu hal yang pantas untuk isu ini.

Hebron, kota berpenduduk 200.000 orang di Palestina adalah tempat tinggal bagi sekitar 1.000 pendatang Israel yang dikawal oleh anggota militer dalam jumlah besar. TIPH dibentuk setelah seorang penduduk Yahudi membunuh 29 warga Palestina di pemakaman Nabi Ibrahim pada 1994. Kota ini juga kerap menjadi saksi aksi serangan perlawanan yang dilakukan warga Palestina terhadap militer Israel dan para pendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
israel, gaza

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top