Jerman Deportasi Teroris Incaran AS ke Turki. Washington Gusar

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan gusar dengan langkah Jerman mendeportasi tersangka teroris yang diincar AS.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 Februari 2019  |  12:49 WIB
Jerman Deportasi Teroris Incaran AS ke Turki. Washington Gusar
Gedung Putih: Jerman ekstradisi teroris incaran AS ke Turki - whitehouse.gov

Kabar24.com, JAKARTA – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan gusar dengan langkah Jerman mendeportasi tersangka teroris yang diincar AS.

Saking gusarnya, sejumlah pejabat pemerintah AS dikatakan sampai memaki-maki pejabat pemerintah Jerman dalam sebuah pertemuan tertutup. Penjabat Jaksa Agung Matt Whitaker pun mengeluarkan tegurannya.

Pejabat senior kedua negara berdebat sengit soal nasib Adem Yilmaz, pria berkebangsaan Turki yang didakwa merupakan bagian dari kelompok teroris. Oleh pemerintah Jerman, Yilmaz  dideportasi ke Turki meskipun ada permintaan ekstradisi ke AS.

Perselisihan itu menjadi tanda-tanda terkini meningkatnya ketegangan antara kedua negara di bawah kepresidenan Donald Trump.

Menurut sumber terkait permasalahan ini, perdebatan tersebut berlangsung dalam pertemuan antara Wakil Menteri Luar Negeri AS John Sullivan dan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas pada Rabu (6/2/2019) di Washington.

Titik perdebatan dalam pertemuan adalah soal Yilmaz, yang dihukum pada tahun 2010 karena merencanakan aksi pengeboman dengan target warga Amerika di Jerman.

Pejabat AS telah mengajukan permintaan ekstradisi untuk Yilmaz atas pembunuhan dua anggota dinas AS, tetapi pengadilan Jerman malah mengizinkan Yilmaz dideportasi ke Turki bulan ini.

Beberapa jam setelah perdebatan antara para diplomat, Whitaker menuding Jerman telah membiarkan Yilmaz melarikan diri dengan mendeportasinya ke Turki, terlepas dari permintaan ekstradisi AS.

“Kami sangat kecewa dengan keputusan Jerman untuk mendeportasi teroris berbahaya - Adem Yilmaz - ke Turki, daripada mengekstradisinya ke Amerika Serikat untuk menghadapi pengadilan atas keterlibatannya dalam pembunuhan dua anggota dinas Amerika,” kata Whitaker dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Bloomberg.

Kontroversi tersebut merupakan konflik terbaru antara pemerintahan Trump dan pemerintahan Kanselir Jerman Angela Merkel. Merkel dikenal mendukung lembaga maupun aliansi multilateral yang terkadang diremehkan oleh Trump.

Trump juga mengkritik Jerman di antaranya karena tidak berkontribusi lebih banyak pada NATO dan karena upayanya meningkatkan impor gas dari Rusia.

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri, yang ikut menghadiri pertemuan itu mengatakan “tidak puas” dengan tanggapan dari pihak Jerman. Menurut pejabat senior ini, episode tersebut akan melukai kerjasama penegakan hukum antara kedua negara.

“Pemerintah Jerman telah menolak untuk mengemban tanggung jawab karena gagal mengekstradisi dia [Yilmaz] ke Amerika Serikat, telah melanggar kewajiban perjanjian mereka dan telah merusak aturan hukum,” kata Whitaker dalam pernyataannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
teroris, Donald Trump

Sumber : Bloomberg

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top