Trump Berjanji Tetap akan Bangun Tembok Perbatasan

Presiden Donald Trump dalam pidatonya mengatakan kepada Warga AS bahwa imigrasi ilegal merupakan krisis nasional yang mendesak dan dia berjanji akan tetap membangun tembok perbatasan.
Aprianto Cahyo Nugroho | 06 Februari 2019 10:40 WIB
Para imigran menyeberangi sungai di dekat royek pembangunan tembok perbatasan antar El Paso dan Ciudad Juarez, di wilayah Meksiko, Selasa 5 Februari 2019. - Reuers/Jose Luis Gonzalez

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Donald Trump dalam pidatonya mengatakan kepada Warga AS bahwa imigrasi ilegal merupakan krisis nasional yang mendesak dan dia berjanji akan tetap membangun tembok perbatasan.

"Di masa lalu, sebagian besar orang di ruangan ini memilih dinding, tetapi tembok tidak pernah dibangun. Saya akan membuatnya," kata Trump dalam pidato State of the Union sebelum sesi bersama Kongres AS, Selasa (6/2/2019), seperti dikutip Reuters.

Trump menggunakan sebagian pidatonya untuk menawarkan semangat kompromi, tetapi masih belum jelas apakah Trump dan lawan-lawannya akan menindaklanjuti mengingat dia dan partai Demokrat terus berseberangan dengan pendirian masing-masing.

Trump muncul di majelis DPR hanya beberapa minggu setelah permintaannya untuk pendanaan dinding perbatasan AS-Meksiko senilai US$5,7 miliar memicu penutupan sebagian pemerintahan (government shutdown) selama 35 hari.

Pidato yang disiarkan secara nasional tersebut memberikan Trump kesempatan terbesarnya saat ini untuk menjelaskan mengapa ia percaya diperlukan penghalang di perbatasan selatan antara AS dengan Meksiko. Pidato ini ditunda selama sepekan karena shutdown, yang berakhir pada 25 Januari.

Demokrat menyebut tembok tersebut menghambur-hamburkan anggaran, tidak efektif, dan tidak bermoral.

Di sisi lain, Trump mengkritik upaya-upaya oleh Demokrat untuk menyelidiki keuangan pribadinya dan berbagai aspek pemerintahannya, mengatakan mereka akan menempatkan pertumbuhan ekonomi AS dalam risiko.

"Sebuah keajaiban ekonomi sedang terjadi di AS dan satu-satunya hal yang dapat menghentikannya adalah perang bodoh, politik, atau investigasi yang konyol," katanya.

Nancy Pelosi, yang duduk di belakang Trump saat berpidato, bertepuk tangan ringan pada saat Trump berpidato dan sering duduk dengan wajah datar.

Dia tidak menunjukkan tanda-tanda bergerak dari penentangannya terhadap permintaan pendanaan dinding Trump. Hal ini telah membuat Trump berencana menyerukan keadaan darurat nasional, yang akan membuatnya dapat mengalokasikan kembali pendanaan dari tempat lain tanpa tindakan kongres.

Trump tidak akan menggunakan pidatonya untuk mengumumkan rencana darurat nasional, yang akan menarik tantangan pengadilan yang cepat dari Demokrat. Sebaliknya, ia mendesak komite kongres untuk mengerjakan kesepakatan keamanan perbatasan sebelum 15 Februari.

Dalam kutipan pidatonya, Trump berencana untuk berfokus pada upayanya untuk merombak ulang perjanjian perdagangan dengan China dan negara-negara lain untuk membuat persyaratan lebih menguntungkan bagi AS.

"Untuk membangun kesuksesan ekonomi kita yang luar biasa, satu prioritas adalah menjadi hal terpenting, yait  membalikkan dekade kebijakan perdagangan yang berbahaya," katanya.

Tag : Donald Trump
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top