Prabowo Pesan Tidak Usah Perpanjang Soal Ucapan Jokowi tentang Propaganda Rusia

Calon Presiden Prabowo Subianto berpesan kepada tim sukses untuk tidak usah menghiraukan ucapan Presiden Joko Widodo yang menyebut ada propaganda Rusia di Indonesia dalam pemilihan presiden. Kampanye positif harus diutamakan.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 06 Februari 2019  |  15:42 WIB
Prabowo Pesan Tidak Usah Perpanjang Soal Ucapan Jokowi tentang Propaganda Rusia
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (ketiga kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA — Calon Presiden Prabowo Subianto berpesan kepada tim sukses untuk tidak usah menghiraukan ucapan Presiden Joko Widodo yang menyebut ada propaganda Rusia di Indonesia dalam pemilihan presiden. Kampanye positif harus diutamakan.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso mengatakan tim sukses diminta mengedepankan senyum, etika, dan cara yang damai.

“Kalau pun kita menang harus dengan cara  menang yang elegan, yang halalan toyyiban, yang berkah, yang tidak menggunakan cara-cara propaganda hitam,” katanya di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Priyo menjelaskan jika Prabowo sebelumnya mengatakan Indonesia akan punah, itu untuk mengingatkan kepada rakyat agar Tanah Air tidak dikelola secara amatiran. Indonesia tidak akan ada lagi apabila masih bergantung dan tunduk kepada kekuatan asing.

“Ini kan sebenarnya mirip dengan pernyataan Bung Hatta pada jaman 60’an itu yang mengatakan lebih baik Indonesia tenggelam di dasar lautan kalau masih menjadi embel-embel negara asing. Jadi sebenarnya bukan pesimisme,” ucapnya.

Sementara itu, Priyo mengkhawatirkan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Rusia bisa buruk akibat pernyataan Jokowi. 

Sebelumnya, Presiden Jokowi saat menghadiri deklarasi Forum Alumni Jawa Timur mengungkapkan adanya cara-cara propaganda ala Rusia karena menyebarkan berita bohong. Ini dilakukan oleh salah satu tim sukses tanpa menyebut yang bersangkutan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, rusia, prabowo subianto

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top