Kubu Prabowo-Sandi Khawatir Putin Tersinggung Soal Isu Propaganda Rusia

Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi khawatir pernyataan Presiden Joko Widodo—yang mengatakan bahwa ada propaganda Rusia di Indonesia dalam pemilihan presiden—membuat tersinggung Presiden Rusia Vladimir Putin. 
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 06 Februari 2019  |  14:37 WIB
Kubu Prabowo-Sandi Khawatir Putin Tersinggung Soal Isu Propaganda Rusia
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat Peringatan 72 tahun Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan syukuran pengangkatan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional di Jakarta, Selasa (5/2/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi khawatir pernyataan Presiden Joko Widodo—yang mengatakan bahwa ada propaganda Rusia di Indonesia dalam pemilihan presiden—membuat tersinggung Presiden Rusia Vladimir Putin. 

Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Indonesia Adil Makmur,  mengatakan bahwa prihatin apabila nanti berimbas pada retaknya hubungan kedua pemimpin negara.  

“Saya mengkhawatirkan itu. Mudah-mudahan segera ada klarifikasi dalam pidato Pak Jokowi yang menggemparkan di Jawa Timur dan Jawa Tengah maksudnya apa beliau mengatakan propaganda Rusia,” katanya di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Priyo, yang juga Sekjen Partai Berkarya itu, menjelaskan bahwa apa yang telah diucapkan Jokowi adalah tindakan ceroboh. Ini karena sudah membuat gaduh dan langsung dibantah Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia.

“Bahkan Pak Buta Besar sendiri menyampaikan rasa tidak nyamannya ketika rusia disebut-sebut dalam konotasi yang tidak baik karena berhubungan dengan hoaks dan seterusnya,” jelasnya.

Sementara itu, Priyo memastikan bahwa Prabowo-Sandi tidak memiliki konsultan asing karena kampanye yang dilakukan berdasarkan aspirasi dari masyarakat. 

“Malah yang hari ini kami terperanjak adanya situs yang menyebut Pak Jokowi salah satu klien dari Stanley Greenberg seorang ahli strategi ternama di Ameruka yang konon bisa memenangkan beberapa presiden, termasuk Bill Clinton, Al Gore, John Kerry, dan beberapa kandidat,” ucapnya. 

Sebelumnya, Presiden Jokowi  saat menghadiri deklarasi Forum Alumni Jawa Timur, Sabtu (2/2/2019), mengungkapkan adanya cara-cara propaganda ala Rusia karena menyebarkan berita bohong. Ini dilakukan oleh salah satu tim sukses tanpa menyebut yang bersangkutan. 

Namun saat menghadiri HUT Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Jakarta, Selasa (5/2/2019), Jokowi mengklarifikasi hal tersebut. 

Presiden Joko Widodo mengaku pernyataannya mengenai terminologi politik propaganda Rusia tidak menunjuk satu negara tertentu.

Pernyataannya itu disebutnya diambil dari sebuah artikel yang berjudul The Russian "Firehose of Falsehood" Propaganda Model yang dirilis oleh International Security and Defense Policy Center of the RAND National Defense Research Institute.

"Iya ini kita tidak bicara mengenai negara, bukan negara rusia tapi terminologi  dari artikel di RAND corporation. Sehingga ya memang tulisannya seperti itu, bahwa yang namanya semburan kebohongan," katanya seusai menghadiri HUT Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Jakarta, Selasa (5/2/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rusia, Pilpres 2019

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top