Gemar Mengkritik Bank Dunia, Malpass malah Dicalonkan Trump Pimpin Bank Dunia

Dua pejabat pemerintah mengabarkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menunjuk pejabat senior Departemen Keuangan David Malpass sebagai calon Presiden Bank Dunia, menggantikan Jim Yong Kim yang mengundurkan diri bulan lalu. 
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 05 Februari 2019  |  15:13 WIB
Gemar Mengkritik Bank Dunia, Malpass malah Dicalonkan Trump Pimpin Bank Dunia
Bank Dunia

Bisnis.com, JAKARTA – Dua pejabat pemerintah mengabarkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menunjuk pejabat senior Departemen Keuangan David Malpass sebagai calon Presiden Bank Dunia, menggantikan Jim Yong Kim yang mengundurkan diri bulan lalu. 

Pengumuman akan dilakukan pekan ini, setelah Trump menyampaikan pidato kenegaraan pada Selasa malam waktu Washington. Sumber dari pemerintahan yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, sejak Senin (4/2/2019) pihaknya mulai menggalang dukungan dari negara-negara anggota Bank Dunia terkait nominasi Malpass.

Malpass, 62 tahun, adalah penasihat ekonomi Trump selama kampanye pemilu 2016. Dia juga sempat menjabat sebagai kepala ekonom di bank investasi Bear Stearns and Co sebelum perusahaan jatuh pada 2008.

Sang ekonom juga sempat bertugas di Departemen Keuangan dan Departemen Luar Negeri pada masa periode kepresidenan Ronald Reagan dan George H.W. Bush.

Malpass kerap menggambarkan Bank Dunia sebagai institusi yang terlalu besar, tidak efisien dan enggan menuntun negara berkembang yang ekonominya sudah cukup mapan agar menjadi lebih mandiri.

Rekam jejak Malpass menimbulkan sejumlah teori bahwa kemungkinan dirinya akan mengurangi ambisi Bank Dunia dalam menyalurkan pinjaman, terlebih lagi saat ini pemerintah China juga tengah gencar menyalurkan bantuan ke negara berkembang

"Pencalonan Malpass sejalan dengan agenda loyalis Trump yang memiliki pandangan skeptis terhadap institusi multilateral, seperti Bank Dunia yang memiliki komitmen anggaran sampai dengan 30 Juni 2018 sebesar US$64 miliar untuk membangun negara berkembang," seperti dilaporkan melalui Reuters, Selasa (5/2/2019).

Malpass, atau calon lainnya dari AS masih harus memenangkan persetujuan dari 12 anggota dewan eksekutif Bank Dunia. Meskipun AS mengendalikan 16% kekuasaan dewan pemilih dan mampu mengajukan calon pemimpin yang baru, tandingan lain bisa saja muncul.

Jika disetujui, Malpass, diplomat top Departemen Keuangan AS untuk urusan internasional akan menggantikan posisi Jim Yong Kim untuk mengisi jabatan teratas Bank Dunia.

Kim pertama kali dicalonkan oleh Presiden AS ke-44 AS Barrack Obama pada 2012 dan mengundurkan diri pada 1 Februari 2019 untuk bergabung dengan perusahaan dana ekuitas swasta Global Infrastructure Partners. Mantan dokter tersebut meninggalkan Bank Dunia dengan sisa masa jabatan 3 tahun di tengah perbedaan pandangan dengan pemerintahan Trump terkait perubahan iklim dan sumber pembangunan ekonomi.

Pencalonan nini menandakan bahwa pemerintahan Trump menginginkan kontrol yang lebih kuat pada institusi tersebut.

Malpass pada 2017 mengkritik Bank Dunia, Dana Moneter Internasional dan lembaga multilateral lainnya karena dianggap telah tumbuh terlampau besar, sehingga berubah menjadi pengganggu bagi ekosistem dunia.

Selama dua tahun terakhir, Malpass juga telah mendorong Bank Dunia untuk menghentikan pinjaman ke China, yang dia anggap sudah terlalu kaya untuk menerima bantuan. 

Terlebih lagi setelah China meningkatkan beban utang sejumlah negara berkembang seperti Sri Lanka dan Pakistan dengan program pembangunan infrastruktur Belt and Road.

Selain AS, China adalah pemegang saham Bank Dunia terbesar ketiga setelah Jepang, dengan kekuasaan sebesar 4,5% di dalam dewan pemilihan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank dunia

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top