Februari 2019, Curah Hujan Jabodetabek Berkurang

BMKG menyebutkan pekan ini di bulan Februari 2019berdasarkan prakiraan akumulasi hujan dasarian, hujan di wilayah Jabodetabek akan lumayan berkurang.
Mia Chitra Dinisari | 05 Februari 2019 08:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - BMKG menyebutkan pekan ini di bulan Februari 2019berdasarkan prakiraan akumulasi hujan dasarian, hujan di wilayah Jabodetabek akan lumayan berkurang.

Udara subsiden dari fenomena MJO fase kering cukup kuat mengalahkan potensi hujan lebat dari baratan monsun Asia dan hangatnya suhu permukaan laut di sekitar. 

MJO atau Madden-Julian Oscillation bisa diibaratkan seperti gelombang, atau lebih tepatnya : gelombang yang merambat. Berbeda dengan musim, siklus MJO ini tidak terjadi setahun sekali, tapi setiap 30-90 hari dan bergerak dalam bentuk anomali konvektif yang mengelilingi Bumi dari barat ke timur.

Karena proses pembentukan awan dan hujan di wilayah tropis sangat dipengaruhi oleh proses konvektif (akibat pemanasan bumi oleh radiasi matahari), maka otomatis MJO sangat berpengaruh terhadap cuaca di Indonesia. Pada saat MJO melintas, daerah yang dilaluinya akan mengalami apa yang disebut sebagai periode basah, yang kemudian diikuti periode kering. 

Berbeda dengan pekan kemarin, dasarian ke-3 Januari lalu diwarnai oleh hujan dengan intensitas kategori menengah hingga tinggi untuk hampir sebagian besar wilayah Indonesia. Banjir besar melanda Sulawesi Selatan, sebabkan banyak duka, tinggalkan banyak lara.

Meski curah hujan tinggi berkurang di sini, BMKG mengimbau warga tetap waspada tetap perlu dilakukan di banyak tempat lainnya.

Beberapa wilayah yang berpeluang curah hujan tinggi adalah sebagian Sumatera Utara dan Barat, Jawa Barat bagian tengah dan timur, Jawa Tengah bagian utara dan tengah, dan Jawa Timur bagian tengah dan timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Papua.

Tag : hujan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top