Otoritas Filipina Sebut 5 Tersangka Pengeboman Gereja Serahkan Diri

Teroris lokal yang berafiliasi dengan kelompok Abu Sayyaf dan diduga mendalangi serangan bom di gereja di Jolo, Filipina telah menyerahkan diri
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 04 Februari 2019  |  14:06 WIB
Otoritas Filipina Sebut 5 Tersangka Pengeboman Gereja Serahkan Diri
Situasi salah satu gereja di Kota Jolo setelah jadi target serangan bom pada Minggu (27/1/2019) - Militer Filipina via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Teroris lokal yang berafiliasi dengan kelompok Abu Sayyaf dan diduga mendalangi serangan bom di gereja di Jolo, Filipina telah menyerahkan diri, kata pejabat kepolisian Filipina, Senin (4/2/2019).

Kepala Kepolisian Nasional Filipina Oscar Albayalde mengatakan Kamah L. Pae bersama empat anggota kelompok Ajang-Ajang telah menyerahkan diri ke pihak militer akhir pekan lalu dan saat ini ditahan oleh kepolisian. Empat orang tersebut diidentifikasi sebagai Albaju Kisae Gadjali, Rajan Bakil Gadjali, Kaisar Bakil Gadjali, dan Salir Alih.

Kendati telah menyerahkan diri, Albayalde menyatakan Kamah tidak mengakui bahwa ia adalah otak serangan yang menewaskan 22 orang itu.

"Dia menyerahkan diri karena diburu," katanya sebagaimana diberitakan CNN Filipina.

Akhir pekan lalu, operasi militer Filipina untuk memburu para teroris dilakukan di kota Patikul, Provinsi Sulu. 8 orang tewas dalam operasi tersebut, 5 di antaranya adalah anggota militer sementara 3 lainnya adalah militan Abu Sayyaf.

Kepolisian menyebut Kamah adalah saudara dari Abu Sayyaf yang telah tewas dan serangan ke Gereja Katedral Our Lady of Mount Carmel telah direncanakan hampir setahun.

Meski tersangka utama serangan ini telah ditahan, Albayalde mengungkapkan proses investigasi ini masih belum usai. Ia berkata masih banyak bukti yang harus diselidiki.

Beberapa hari lalu, Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ano menyatakan bahwa serangan bom bunuh diri di Jolo dilakukan oleh sepasang suami istri yang berasal dari Indonesia. Ano tidak membeberkan secara gamblang apa bukti yang menguatkan pernyataan itu namun ia beralasan aksi bom bunuh diri bukanlah hal yang biasa dilakukan oleh teroris lokal.

Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi kepolisian setempat untuk memastikan apakah pelaku bom bunuh diri benar-benar WNI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
teroris

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top