Jubir Prabowo-Sandi Soal Propaganda Rusia: Woles Saja Pak Jokowi

Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak berpendapat kepala negara, Presiden Joko Widodo, tidak sepantasnya menyebut ada propaganda Rusia dalam pemilihan presiden 2019.
Jaffry Prabu Prakoso | 04 Februari 2019 21:27 WIB
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. - Bisnis.com/Yusran Yunus

Bisnis.com, JAKARTA – Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak berpendapat kepala negara, Presiden Joko Widodo, tidak sepantasnya menyebut ada propaganda Rusia dalam pemilihan presiden 2019.

“Woles [santai] saja Pak Jokowi. Kami hadapi semuanya dengan senyuman kok, tidak pakai menuduh-nuduh. Pak Prabowo kampanye tidak pake ala-ala rusia-rusian,” katanya saat dihubungi, Senin (4/2/2019).

Dahnil menjelaskan bahwa metode penyampaian visi misi yang dilakukan Prabowo merupakan ciri khas Kampung Bojongkoneng, Jawa Barat tempat kediamannya. Gaya tersebut ditambah dengan sedikit menari Gatot Kaca, banyak baca, dan menyimak rakyat di lapangan.

“Sehingga kampanye Pak Prabowo selalu dilengkapi dengan penjabaran masalah hasil menyimak dan berpikir bersama rakyat. Kemudian kami menawarkan solusi terhadap masalah-masalah kebangsaan tersebut,” jelasnya.

Oleh karena itu, Dahnil menuturkan bahwa Prabowo akan terus menyelesaikan masalah kebangsaan dengan memahami masalah.

Sebelumnya, Presiden Jokowi saat menghadiri deklarasi Forum Alumni Jawa Timur mengungkapkan adanya cara-cara propaganda ala Rusia karena menyebarkan berita bohong. Ini dilakukan oleh salah satu tim sukses tanpa menyebut yang bersangkutan.

Komentar tersebut dijawab Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia melalui akun Twitter resmi Kedubes Rusia Russian Embassy, IDN (@RusEmbJakarta).

“Sebagaimana diketahui istilah ‘propaganda Rusia’ direkayasa pada tahun 2016 di Amerika Serikat dalam rangka kampanye pemilu presiden. Istilah ini sama sekali tidak berdasarkan pada realitas,” tulisnya.

Propaganda Rusia merupakan ungkapan dari media AS terkait dugaan kolusi antara agen intelijen Rusia dengan tim kampanye Capres dari Partai Republik Donald Trump, untuk memengaruhi hasil Pilpres 2016 demi mengalahkan calon dari Partai Demokrat Hillary Clinton.

“Kami menggarisbawahi bahwa posisi prinsipil Rusia adalah tidak campur tangan pada urusan dalam negeri dan proses-proses elektoral di negara-negara asing, termasuk Indonesia yang merupakan sahabat dekat dan mitra penting kami,” tambah admin.

Tag : Pilpres 2019
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top