Bedah Buku Jokowi, Siti Nurbaya: Prinsip Kepemimpinan Jokowi Sensitif terhadap Persoalan Rakyat

Perjalanan kepemimpinan Presiden Joko Widodo bila dikaitkan dengan intelektual dan keilmuan, mempertegas bahwa pemimpin tidak bisa asal-asalan, harus cermat dan memiliki landasan-landasan.
Herdiyan | 04 Februari 2019 04:01 WIB
Penulis buku Jokowi, Alberthiene Endah (dari kiri), Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, anggota DPR Budiman Sudjatmiko, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor KH Mustofa Abdullah bin Nuh, dan pembahas dari IPB Imam Sugema. - Istimewa

Bisnis.com, BOGOR – Perjalanan kepemimpinan Presiden Joko Widodo bila dikaitkan dengan intelektual dan keilmuan, mempertegas bahwa pemimpin tidak bisa asal-asalan, harus cermat, dan memiliki landasan.

Landasan yang dimaksud antara lain ideologis dan konstitusi yakni Pancasila dan UUD 1945 serta landasan operasional dan tentu berbagai atribut lain yang dibutuhkan, seperti sensitivitas terhadap persoalan rakyat.

“Dalam buku Jokowi Perjalanan Karya bagi Bangsa: Menuju Cahaya ini, pandangan sangat prinsip dari Bapak Jokowi bahwa keadilan itu ialah sensitif terhadap persoalan rakyat. Itu sangat tepat dan relevan dengan prinsip-prinsip apa gunanya pemerintah untuk rakyat,” papar Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar yang hadir sebagai Keluarga Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) saat menjadi pembicara kunci atau keynote speach bedah buku Jokowi di Puri Begawan, Bogor, Minggu (3/2/2019).

Sebagai bagian dari Kabinet Presiden Jokowi, dirinya menangkap cara kerja sehari-hari, juga hal-hal yang menjadi pemikiran Presiden Jokowi, termasuk kerja keseharian dalam berinteraksi dengan berbagai elemen bangsa.

“Saya bisa melihat dan merasakan relevansi antara hal-hal yang tertulis dalam buku ini dengan kepemimpinan nasional puncak sebagai Presiden RI dengan segala dinamika yang ada, mewarisi berbagai persoalan dan situasi yang harus terus dirajutkan secara tanggung renteng sebagai penanggung jawab pemerintahan Republik Indonesia,” ujarnya.

Siti menuturkan secara teori, demokrasi membangun saluran untuk bersuara serta menghasilkan pilihan-pilihan yang baik supaya adil untuk rakyat. Itulah yang dibangun dan dikerjakan oleh Presiden Jokowi. Memberi ruang untuk bersuara, bertatap muka, mendengarkan hadir di tengah rakyat, memimpin di tengah rakyat, dan merasakan kesulitan rakyat.

“Tidak hanya berhenti di situ, setibanya di kantor, di meja kerja bersama, dalam Sidang Kabinet Paripurna atau Rapat Terbatas Kabinet, dibahas secara mendetail dengan situasi lapangan yang ada, maka pilihan-pilihan apa yang bisa diberikan dan harus diselesaikan untuk menjawab permasalahan rakyat yang dijumpai. Dan adalah tugas jajaran eksekutif untuk membangun artikulasi kepentingan tersebut dan menyiapkan pilihan-pilihan kebijakan untuk dipisahkan,” kata Siti.

Dalam diskusi bedah buku Jokowi ini yang dipandu mantan Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Cyrillus I Kerong tersebut berjalan cukup menarik karena mengupas sosok Jokowi dan mendalami kinerja yang selama ini sudah dilakukan Presiden RI tersebut.

Dengan semakin paham, maka para pendukung Jokowi bisa menularkan kebaikan Jokowi kepada masyarakat secara objektif.

Lebih dari seribu peserta yang tergabung dalam Keluarga Alumni IPB (KamIPB) dan kampus-kampus se-Bogor Raya hadir mendengarkan paparan dari penulis buku Jokowi, Alberthiene Endah, juga pembahas dari IPB Imam Sugema, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor KH Mustofa Abdullah bin Nuh, dan anggota DPR Budiman Sudjatmiko.

Tag : jokowi
Editor : Herdiyan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top