Jokowi Nilai yang Sebut Sri Mulyani Menteri Pencetak Utang Tak Paham Ekonomi

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pihak-pihak yang menyebut Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai Menteri Pencetak Utang adalah mereka yang tak paham ekonomi makro.
JIBI | 03 Februari 2019 15:23 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan kepada para wartawan usai Silaturahim Tenaga Harian Lepas (THL) dan Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TBPP) se-Indonesia di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/2/2019). - Bisnis/Alif Nazzala Rizqi

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pihak-pihak yang menyebut Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai Menteri Pencetak Utang adalah mereka yang tak paham ekonomi makro.

"Kalau ada kita yang menyampaikan itu, ya mungkin belum ngerti masalah ekonomi makro," tuturnya di Semarang, Jawa Tengah, seperti dilansir Tempo, Minggu (3/2/2019).

Jokowi melanjutkan dunia tahu bahwa Sri Mulyani adalah salah satu anak bangsa kebanggaan Indonesia dan bahkan sudah beberapa kali dinobatkan sebagai menteri keuangan terbaik di dunia.

"Masuk sebagai penghargaan [termasuk dari] internasional. Semua orang menghargai kok. Semua orang hormat pada Bu Sri Mulyani," ujarnya.

Teranyar, Sri Mulyani mendapat gelar Menteri Keuangan Terbaik Dunia dari majalah keuangan internasional The Banker pada awal bulan lalu. Dia dinilai berhasil menjaga perekonomian negara di tengah berbagai bencana dan tragedi pada 2018.

Beberapa waktu lalu, calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto mengusulkan penggantian nama Menteri Keuangan karena data yang dimilikinya menunjukkan nilai utang Indonesia terus bertambah dari tahun ke tahun.

"Utang menumpuk terus, kalau menurut saya jangan disebut lagi lah ada Menteri Keuangan, mungkin Menteri Pencetak Utang," ungkapnya dalam acara Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia untuk Pemenangan Prabowo-Sandi di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (26/1). 

Sumber : Tempo

Tag : jokowi, sri mulyani
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top