Jokowi vs Sandi  Bertarung Ketat Rebut Suara Milenial di Pilpres 2019

Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 akan berlangsung sangat ketat dengan memperebutkan suara kalangan milenial terlepas dari berbagai hasil survei yang dipaparkan saat ini. Joko Widodo bertarung ketat dengan Sandiaga Uno (Sandi)  bertarung ketat rebut suara milenial di Pilpres 2019.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 03 Februari 2019  |  14:03 WIB
Jokowi vs Sandi  Bertarung Ketat Rebut Suara Milenial di Pilpres 2019
Pasangan calon Presiden Joko Widodo-Maruf Amin (kanan) dan pasangan capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berdoa, di sela-sela pengambilan undian nomor urut untuk Pilpres 2019, di kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Jumat (21/9/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA—Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 akan berlangsung sangat ketat dengan memperebutkan suara kalangan milenial terlepas dari berbagai hasil survei yang dipaparkan saat ini. Joko Widodo bertarung ketat dengan Sandiaga Uno (Sandi)  bertarung ketat rebut suara milenial di Pilpres 2019.

Demikian dikemuakakan oleh peneliti senior dari Lembaga Imu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro kepada Bisnis merujuk pada pasangan calon presiden Jokowi-Ma’ruf-Amin dan Prabowo-Sandi, Minggu (3/2/2019).

Dia mengatakan bahwa masing-masing pasangan punya kekuatan dan kelemahan. Akan tetapi, berbeda dari Pilpres 2014, pada Pilpres kali ini peta kekuatannya sudah berubah. Meski Jokowi kembali berhadapan dengan Prabowo, namun dari sisi vote getter, sosok Sandiaga terlihat lebih menonjol dalam menghadapi Jokowi ketika berebut suara milenial.

“Mereka yang kontestasi itu Jokowi dan Sandi. Peran Capres Jokowi dan Cawapres Sandiaga Uno sangat terlihat terutama dalam merebut suara kalangan milenial yang dinilai sangat menentukan,” ujarnya.

Siti Zuhro menambahkan bahwa kehadiran sosok Sandiaga yang diberi kesempatan lebih banyak untuk tampil oleh Prabowo, kian membuat persaingan Pilpres 2019 menjadi sangat ketat.

Siti Zuhro juga menyatakan tidak percaya dengan berbagai hasil survei yang diumumkan belakangan ini. Karena apapun (hasil survei) yang diumuman, ujarnya, sering mengecoh publik tanpa menyebut lembaga survei yang dimaksud.

“Karena itulah kontestasi akan sangat ketat karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekuatan masing masing,” ujarnya.

Siti Zuhro mengakui Jokowi mempunyai efek yang begitu kuat saat Pilpres 2014. Akan tetapi beda sekali posisi Jokowi 2019 dibandingkan dengan Jokowi di 2014. Jokowi 2014 itu bukanlah petahana tapi posisi dan pengelu-eluannya itu luar biasa. 

Namun, menurut Siti Zuhro, Jokowi effect itu luntur menjelang Pilpres 2019. Justru efek tersebut malah beralih ke kubu lawan, yakni cawapres Sandiaga Uno sehingga cukup sulit untuk memprediski pasangan yang akan memenangkan pilres 2019 terlepas dari segala hasil survei.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, sandiaga uno, Pilpres 2019

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top