Warga Diminta Waspadai Potensi Awan Panas Gunung Karangetang

Warga di sekitar Gunung Karangetang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara diminta untuk waspada karena ada potensi awan panas guguran gunung api tersebut. 
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Februari 2019  |  08:07 WIB
Warga Diminta Waspadai Potensi Awan Panas Gunung Karangetang
Gunung Karangetang. - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA -- Warga di sekitar Gunung Karangetang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara diminta untuk waspada karena ada potensi awan panas guguran gunung api tersebut. 

"Pada ujung-ujung guguran/leleran lava terjadi penumpukan material vulkanik yang berpotensi terjadinya awan panas guguran," terang Pengamat Gunung Api Karangetang Yudia Tatipang, seperti dilansir Antara, Minggu (3/2/2019).

Berdasarkan pengamatan pada Sabtu (2/2) sekitar pukul 10.45 WITA, terlihat ujung guguran atau leleran lava ke Kali Batuare dengan jarak sekitar 2.000 meter dari kawah dua (bagian utara). Selain itu, terdapat penyimpangan kejadian guguran atau leleran ke Kali Melebuhe (timur laut kawah dua dan sebelah timur Kali Batuare), di mana ujung gugurannya sudah sejauh 2.500 meter dari kawah dua.

Jarak antara guguran atau leleran lava dari Kali Melebuhe ke pantai sekitar 1.000 meter. Di antara Kali Batuare dan Kali Melebuhe, terdapat pemukiman yang ditinggali oleh sekitar delapan kepala keluarga.

Untuk sementara, masyarakat sudah dievakuasi ke Kampung Kawahang. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polri, dan TNI setempat untuk menutup jalan dari bagian barat Kali Batuare hingga Kali Melebuh, sehingga jalur alternatif yang digunakan sekarang adalah jalur laut.

Namun, Gunung Karangetang masih dalam status Siaga (level III). Masyarakat sekitar dan pengunjung direkomendasikan untuk tidak melakukan pendakian maupun beraktivitas di radius 2,5 kilometer (km) dari kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (kawah selatan) ke arah Utara-Timur-Selatan-Barat dan radius 3 km ke arah Barat Laut.

Masyarakat di sekitar bantaran sungai yang terhubung dengan puncak Gunung Karangetang juga diminta siapsiaga mengantisipasi potensi terjadinya lahar hujan dan banjir bandang, yang bisa mengalir hingga pantai. Warga juga diminta menggunakan masker penutup hidung dan mulut jika terjadi hujan abu.

Yudia menambahkan pihaknya masih terus memperbarui informasi terkait aktivitas gunung tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sulut, gunung api

Sumber : Antara

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top