Edukasi Kebencanaan Harus Segera Dilaksanakan

Presiden Joko Widodo meminta Badan Penanggulangan Bencana Nasional untuk menyelaraskan langkah-langkah penanggulangan bencana di Indonesia.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 02 Februari 2019  |  17:25 WIB
Edukasi Kebencanaan Harus Segera Dilaksanakan
Warga mencari barang-barang yang masih diselamatkan dari serakan bangunan dan rumah yang terseret lebih dari 1,5 kilometer dan tertimbun lumpur akibat liquifaksi tanah pascagempa bumi di Desa Langaleso, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (8/10/2018). Presidem Jokowi meminta agar edukasi kebencanaan segera dilaksanakan. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Presiden Joko Widodo meminta Badan Penanggulangan Bencana Nasional untuk menyelaraskan langkah-langkah penanggulangan bencana di Indonesia.

Dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana BNPB dengan BPBD seluruh Indonesia, Presiden Jokowi menjelaskan Indonesia adalah sebuah negara yang dikelilingi oleh cincin api dan berada dalam jalur gempa teraktif di dunia.

Dalam hal ini, Indonesia sudah semestinya memiliki budaya dan kesiagaan untuk menghadapi datangnya bencana yang ke depannya mungkin terjadi.

Terkait hal itu, Kepala Negara dalam sambutannya menjelaskan bahwa negara kita dapat belajar dari salah satunya negara Jepang.

"Saya melihat video, di Jepang misalnya, masyarakat baru makan kemudian ada gempa. Tetap makan, tidak panik. Tapi begitu tanda sirene sudah nguing-nguing, baru lari tetapi rutenya juga jelas. Ke arah mana jelas. Hal-hal seperti ini yang harus mulai kita kerjakan," ujarnya, dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (2/2/2019).

Sama halnya dengan Indonesia, Jepang juga berada di kawasan Cincin Api Pasifik yang rawan bencana. Namun, Jepang memiliki edukasi bencana dan program mitigasi yang amat baik sehingga membuahkan ketenangan bagi masyarakatnya saat terjadi bencana.

"Saya ingin ini segera dikerjakan. Lakukan edukasi kebencanaan. Tahun ini harus dimulai edukasi kebencanaan baik di masyarakat, baik di sekolah-sekolah terutama di daerah yang rawan bencana sampai ke tingkat masyarakat," kata Presiden.

Kepala Negara mengatakan bahwa masyarakat harus diedukasi agar dapat mengorganisasi diri saat bencana alam melanda wilayah mereka. Tak hanya aspek edukasi, aspek fisik seperti sarana juga mesti diperhatikan.

"Yang namanya papan-papan peringatan itu diperlukan, rute-rute evakuasi itu harus ada. Jangan kalau ada bencana ada yang lari ke timur, barat, dan utara. Harus jelas rute evakuasi itu menuju ke mana. Segera ini dikerjakan," tuturnya.

Menurut Presiden, latihan dan simulasi penyelamatan diri serta penanganan harus dilakukan secara berkala dan teratur. Dengan latihan yang berulang-ulang itu, masyarakat diharapkan dapat bertindak cepat dan tertib dalam keadaan darurat.

"Lakukan simulasi latihan penanganan bencana secara berkala dan teratur untuk mengingatkan masyarakat kita secara berkesinambungan sampai ke tingkat paling bawah. Sehingga masyarakat kita betul-betul siap menghadapi setiap bencana," tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, bencana alam

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top