Heboh 'Siapa Pemberi Gaji', Fadli Zon Desak Menteri Jangan Salah Gunakan Kekuasaan

Rudiantara dianggap sengaja menggiring anak buahnya di lingkungan Kemenkominfo dengan mempertanyakan 'siapa pemberi gaji'. Karena itu Fadli Zon meminta para menteri di Kabinet Kerja tidak menyalahgunakan kekuasannya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 01 Februari 2019  |  18:35 WIB
Heboh 'Siapa Pemberi Gaji', Fadli Zon Desak Menteri Jangan Salah Gunakan Kekuasaan
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon bergegas usai mengikuti rapat internal di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (8/8/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA-- Pernyataan Menkominfo Rudiantara yang menyindir pegawainya soal paslon 02 Prabowo-Sandiaga selain banjir kritikan di media sosial juga ditanggapi oleh Wakil Ketua Partai Gerindra Gadli Zon.

Fadli Zon menilai ada kesan Rudiantara dianggap sengaja menggiring anak buahnya di lingkungan Kemenkominfo dengan mempertanyakan 'siapa pemberi gaji'. Karena itu Fadli Zon meminta para menteri di Kabinet Kerja tidak menyalahgunakan kekuasannya dengan mengarahkan pegawai ASN untuk memilih paslon tertentu.

"Saya kira ini harus diluruskan dan sebaiknya kementerian-kementerian itu janganlah berkampanye, mengarahkan pegawai-pegawainya untuk memilih salah satu (paslon). Serahkan saja kepada mereka untuk memilih. Jadi jangan diarah-arahkan atau dikondisikan," kata Fadli Zon di gedung DPR, Jumat (1/2).

Akan tetapi, Wakil Ketua DPR itu menyebut pernyataan Rudiantar itu juga membawa hikmah. Dia mengatakan masyarakat jadi tahu siapa yang sebenarnya yang menggaji PNS.

Direktur Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha sebelumnya menjelaskan bahwa gaji PNS diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Adapun pendapatan negara sumbernya beragam, salah satunya dari pajak yang dipungut dari masyarakat.

"Saya kira ada hikmahnya juga, supaya orang tahu bahwa yang menggaji ASN itu bukan presiden, yang gaji semua kita ini, termasuk DPR, rakyat. Dari uang yang namanya uang pajak dan juga dari anggaran pendapatan yang diterima negara," katanya.

"Jadi, jangan pernah berpikir presiden menggaji ASN, menggaji pegawai negeri sipil, atau pegawai pemerintah lainnya," kata Fadli.

Saat ini pihaknya sedang mempertimbangkan untuk melaporkan Rudiantara ke Bawaslu. "Kalau nanti dirasa diperlukan, nanti kita kaji bagaimana sesungguhnya yang terjadi dengan kasus itu. Tapi secara sepintas kita melihat seperti itu ya,” ujarnya.

Pernyataan Rudiantara bermula saat dia meminta pegawainya memilih satu di antara dua desain stiker, Kamis kemarin (31/1). Konteksnya sebetulnya bukan mengenai pilihan di Pilpres 2019, melainkan memang melalui voting sorakan terdengar lebih banyak yang memilih desain nomor 2 yang berwarna putih.

Dia kemudian seakan-akan tidak terima dengan jawaban salah satu pegawainya yang memilih desain nomor 2 karena menurutnya menjurus ke nuansa pilihan pilpres. Saat pegawainya itu kembali ke tempat, terlontarlah kalimat yang kemudian jadi viral di media sosial menjadi 'yang gaji kamu siapa?'.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prabowo subianto, Pilpres 2019

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top