Jelang Negosiasi Nuklir Lanjutan dengan AS, Kim Jong-un Kunjungi China

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un melakukan kunjungan ke Beijing untuk bertemu dengan Presiden Xi Jinping jelang negosiasi nuklir lanjutan dengan AS.
Iim Fathimah Timorria | 08 Januari 2019 07:30 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bersalaman dengan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan kedua pihak di Beijing, China, dalam foto yang diambil dari tayangan stasiun televisi CCTV China, Rabu (28 - 3). / Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengawali 2019 dengan kunjungan ke China untuk bertemu Presiden Xi Jinping.

Kabar kunjungan Kim pertama kali diwartakan oleh surat kabar Korea Selatan Hankoreyah mengutip sumber yang mengetahui hubungan Korea Utara-China. Sumber tersebut menyebutkan bahwa Kim melakukan perjalanan menuju Beijing pada Senin malam (7/1/2019).

Kantor berita resmi Korea Utara KCNA mengonfirmasi kunjungan tersebut, Selasa pagi (8/1/2019). Kunjungan Kim dilaporkan berlangsung hingga 10 Januari mendatang.

Kim, bersama istrinya Ri Sol Ju, didampingi oleh Kim Yong Chol, Ri Su Yong, Song Pak Thae, Ri Yong Ho, No Kwang Chol dan pejabat terkemuka Korea Utara lainnya, sebut KCNA.

Pertemuan Kim dengan Xi akan menjadi pertemuan tingkat tinggi keempat bagi kedua pihak. Pada 2018, Kim melakukan perjalanan ke China tiga kali untuk bertemu dengan Xi sebelum dan setelah KTT dengan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

Pertemuan Kim dan Xi berlangsung di tengah rencana negosiasi lanjutan antara Korea Utara dan AS. Kim diperkirakan akan bertemu lagi dengan Presiden AS dan Korea Selatan dalam waktu dekat, dan kunjungan ke China kali ini dipandang sebagai sebuah persiapan jelang negosiasi lanjutan tersebut.

Sebelumnya pada hari Senin, surat kabar Korea Selatan Munhwa Ilbo melaporkan bahwa para pejabat Departemen Luar Negeri AS baru-baru ini bertemu beberapa kali dengan pejabat Korea Utara di Hanoi dan membahas perencanaan pertemuan puncak kedua antara Trump dan Kim, memicu spekulasi bahwa Vietnam dapat menjadi tuan rumah acara tersebut.

Departemen Luar Negeri AS dan Gedung Putih menolak mengomentari laporan Munhwa Ilbo.

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo memuji dukungan China untuk menyelesaikan krisis Korea Utara dan mengatakan ia tidak berpikir sengketa perdagangan AS dengan Beijing akan memengaruhi ini.

"China sudah sangat jelas menyatakan kepada kami bahwa ini adalah masalah yang terpisah," kata Pompeo dilansir Reuters, Selasa (8/1/2019).

"Mereka juga menunjukkan hal itu dan kami menghargainya. China sebenarnya telah menjadi mitra yang baik dalam upaya kami untuk mengurangi risiko dunia dari kemampuan nuklir Korea Utara, Saya berharap mereka akan terus melakukannya."

Pada pertemuan perdana Juni lalu di Singapura, Kim dan Trump berjanji mengupayakan denuklirisasi, namun kesepakatan tersebut tidak membahas lebih detil dan pembicaraan lanjutan kedua negara berjalan stagnan tanpa kemajuan.

China adalah negara pendukung ekonomi dan diplomatik Korea Utara yang paling penting, meskipun Beijing kerap memperlihatkan ketidaksetujuan atas program nuklir Korea Utara.

China juga memainkan peran dalam pertemuan Trump dengan Kim. China diketahui meminjamkan pesawat terbang untuk mendukung perjalanan Pemimpin Korea Utara ke Singapura.

Sumber-sumber diplomatik mengatakan Xi mungkin akan pergi ke Korea Utara dalam waktu dekat, yang akan menjadikannya pemimpin China pertama yang melakukan hal itu sejak 2005.

Pada awal Desember, Xi mengatakan kepada menteri luar negeri Korea Utara selama kunjungan di Beijing bahwa ia "berharap Korea Utara dan Amerika Serikat bertemu satu sama lain di tengah jalan dan mengatasi masalah satu sama lain, yang memungkinkan kemajuan positif pada pembicaraan nuklir semenanjung itu."

Sumber : Reuters

Tag : kim jong un, xi jinping
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top