Diundang Tes Baca Alquran, Ini Tanggapan Kubu Prabowo

Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade menilai bahwa isu agama tak etis lagi diperdebatkan dalam Pemilihan Presiden 2019 ini. Hal itu disampaikan Andre ketika dimintai pendapatnya terkait dengan undangan tes baca Alquran oleh Dewan Ikatan DAI Aceh.
M. Taufikul Basari | 31 Desember 2018 10:56 WIB
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto disambut warga saat melakukan kunjungan di Ambon, Maluku, Jumat (28/12/2018). - ANTARA/Izaac Mulyawan

Bisnis.com, JAKARTA – Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade menilai bahwa isu agama tak etis lagi diperdebatkan dalam Pemilihan Presiden 2019 ini. Hal itu disampaikan Andre ketika dimintai pendapatnya terkait dengan undangan tes baca Alquran oleh Dewan Ikatan DAI Aceh.

“Tentu kami mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi undangan itu. Tapi saya rasa isu agama tidak usah diperpanjang lagi, karena empat kandidat capres-cawapresnya muslim semua,” kata Andre, Senin (31/12/2018).

Terlebih, undangan yang dilayangkan oleh Dewan Ikatan DAI Aceh mendekati debat capres-cawapres 2019. Menurutnya, lebih baik semua capres-cawapres fokus pada isu-isu ekonomi.

Debat caprs akan dilangsungkan pada 17 Januari di Hotel Bidakara dengan tema soal hukum, hak asasi manusia, korupsi, serta terorisme. Debat disiarkan oleh tiga stasiun televisi yakni Televisi Republik Indonesia (TVRI), Kompas TV, dan Rajawali TV. Juga akan disiarkan oleh Radio Republik Indonsia atau RRI.

“Tanggal 15 kita tidak mungkin datang, karena Pak Prabowo sedang istirahat menyiapkan tim,” Imbuh Andre.

Sementara, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Faldo Maldani mengatakan akan membahas lebih dahulu dengan tim pemenangan, perihal undangan yang dilayangkan oleh Dewan Ikatan DAI Aceh itu.

“Kami sangat menghormati undangan dari ulama di Aceh. Tapi, kami akan membahas dengan tim. Tapi, pak Prabowo tentunya lebih senang datang untuk mendengarkan tausyiah dan lantunan Al-Quran dari para ulama untuk memperkuat keimanan dan keilmuan,” katanya.

Menurutnya, Prabowo sangat sungkan kepada ulama-ulama yang keilmuannya lebih jauh tinggi.

Baginya, tidak etis apabila wilayah pribadi seperti ibadah disuguhkan ke ruang publik. “Bagi kami sejak awal, tidak etis seseorang politisi mempertanyakan persoalan privat seperti ini di ruang publik.”

Tag : Pilpres 2019
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top