Polri Blokir 20 Akun Media Sosial Propaganda Milik KKB Papua

Kepolisian telah memblokir 20 akun media sosial yang digunakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) untuk menyebarkan agitasi dan propaganda kepada masyarakat agar terpancing emosinya dan mendukung gerakan kelompok tersebut.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 17 Desember 2018  |  14:33 WIB
Polri Blokir 20 Akun Media Sosial Propaganda Milik KKB Papua
Brigjen Pol Dedi Prasetyo - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kepolisian telah memblokir 20 akun media sosial yang digunakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) untuk menyebarkan agitasi dan propaganda kepada masyarakat agar terpancing emosinya dan mendukung gerakan kelompok tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan KKB yang kini tengah dipersempit ruang geraknya oleh tim gabungan TNI-Polri mulai memanfaatkan media sosial untuk menghimpun kekuatan dari luar Papua.

Menurut Dedi, salah satu strategi yang digunakan KKB untuk menghimpun kekuatan dari luar Papua tersebut yaitu menyebarkan video dengan narasi yang sudah diatur dan disisipkan pada video tersebut agar masyarakat terpancing dan emosi kepada Kepolisian yang berusaha menangkap KKB tersebut.

“KKB ini mulai menggunakan media sosial Youtube, Facebook dan Twitter untuk melakukan agitasi dan propaganda. Tetapi paling banyak propaganda ini dilakukan di akun media sosial Facebook. Sampai saat ini, total sudah 20 akun yang kita takedown,” tuturnya, Senin (17/12/2018).

Menurut Dedi, Polri sudah bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk memburu pemilik akun yang diduga kuat simpatisan KKB tersebut.

Dia memastikan sampai saat ini Kepolisian tidak akan berhenti untuk memburu semua pelaku KKB yang telah membuat onar di Indonesia.

“Kami tidak akan menyerah. Kami akan kejar terus untuk menangkap KKB itu dan memproses hukum mereka sesuai undang-undang yang berlaku,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua, kkb

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top