Pendanaan Saksi Jadi Pos Pengeluaran Terbesar Timses Jokowi

Saat pemungutan suara pada 17 April 2019 TKN akan menurunkan 2 sampai 3 orang saksi di setiap TPS. Para saksi tersebar di 805.068 tempat pemungutan suara (TPS) berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Muhammad Ridwan | 07 Desember 2018 20:07 WIB
Ilustrasi: Warga menggunakan hak suaranya dalam Pilkada serentak di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Cipondoh, Tangerang Kota, Banten, Rabu (27/6/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pendanaan saksi akan menjadi pos dengan pengeluaran terbesar Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin.

Hal itu dikatakan Wahyu Sakti Trenggono, Bendahara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Jumat (7/12/2018).

Wahyu mengungkapkan bahwa saat pemungutan suara pada 17 April 2019 TKN akan menurunkan 2 sampai 3 orang saksi di setiap TPS. Para saksi tersebar di 805.068 tempat pemungutan suara (TPS) berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Tapi saksi akan dibagi. Koordinator ada di TKN tapi semua akan ikut mengawasi,” ujarnya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Ia mengaku jumlah yang dikeluarkan tidak sedikit, pendanaan tersebut nantinya dikeluarkan untuk kebutuhan logistik saksi di TPS.

“Kurang dari Rp300 sampai Rp400 miliar. Masa saksi tidak boleh minum botol. Idealnya Rp200.00 sampai Rp300.000 [per orang]," ujarnya.

Meski terbilang besar, Wahyu mengungkapkan pendanaan dalam internal TKN dinilai cukup hingga saat ini.

Ia mengungkapkan bahwa dana tersebut didapat melalui sumbangan di internalnya.

“Dari teman-teman TKN, kemudian sumbangan dari semua partai, sementara ini belum ada yang dari luar,” ujarnya.

Tag : jokowi, Pilpres 2019
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top